Pelari asal Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat itu menjadi sprinter Indonesia yang kembali menyabet perak setelah 34 tahun lamanya. Pelari Indonesia pertama yang berhasil meraih medali perak adalah Purnomo Yudhi pada Kejuaraan Atletik Asia 1985 di Jakarta.
Purnomo Yudhi saat itu membukukan catatan waktu 10,33 detik. Sedangkan medali emas diraih Zheng Chen dengan catatan waktu 10,28 detik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu Muhammad Zohri hanya menorehkan catatan waktu 10,20 detik di lari 100 meter Asian Games 2018. (Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino |
Ia memperbaiki catatan waktu terbaiknya saat meraih medali emas di Kejuaraan Atletik Junior Dunia di Tampere, Finlandia, pada 20 Juli 2018. Saat itu Zohri menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 10,18 detik.
Lalu Zohri juga memperbaiki catatan waktunya di lari 100 meter Asian Games 2018 yakni 10,20 detik.
Ia sebelumnya sudah mematahkan rekor nasional yang dipegang Suryo Agung yakni 10,17 detik di SEA Games 2009 di Vientiane. Pelari 18 tahun itu tembus 10,15 detik di peringkat kedua pada fase semifinal.
Suryo Agung juga sebelumnya berhasil memecahkan rekor Mardi Lestari yakni 10,20 detik yang sempat bertahan selama 20 tahun. Pendahulunya itu mencatatkan rekor tersebut pada lari 100 meter di SEA Games 1989 Kuala Lumpur. (bac)
Lalu Muhammad Zohri hanya menorehkan catatan waktu 10,20 detik di lari 100 meter Asian Games 2018. (Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino