Kekalahan dari Ceres membuat peluang Macan Kemayoran untuk lolos ke semifinal zona ASEAN makin kecil. Kiper Persija, Andritany Ardhiyasa mengaku sedih atas kekalahan timnya. Ia mengakui Ceres sebagai lawan yang kuat dan bagus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kekalahan ini disebut memberikan pelajaran penting bagi Andritany. Terutama cara menghadapi tim yang hampir semua pemainnya merupakan pemain naturalisasi dari Eropa.
Persija menyisakan dua pertandingan di Piala AFC. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A) |
Kekalahan 2-3 dari Ceres Negros FC membuat Tim Macan Kemayoran tetap berada di urutan ketiga klasemen Grup G lewat raihan empat poin. Sedangkan tambahan tiga poin membuat Ceres semakin kokoh di puncak klasemen dengan 12 poin.
Hanya juara di tiga grup ditambah satu runner up terbaik yang bisa lolos ke semifinal zona Asia Tenggara Piala AFC 2019. Kegagalan meraih tiga poin atas Ceres membuat peluang Persija ke babak berikutnya makin kecil.
Selain wajib meraih dua kemenangan beruntun di sisa dua pertandingan, Macan Kemayoran juga bakal head to head dengan runner up dari Grup F dan H.
"Kami pasti berjuang sampai menit terakhir pertandingan. Tanggal 1 [Mei] main di Vietnam itu laga hidup mati kami di sana. Kami harus curi tiga poin di sana," ucap Kolev usai pertandingan.
Kolev juga berharap bisa memperbaiki kinerja di lini depan yang selama hampir tiga bulan terakhir ditinggalkan Marko Simic. Pelatih asal Bulgaria juga juga menyoroti penampilan Silvio Escobar yang dinilai tidak efektif.
Lihat juga:PASI Tak Bebankan Rekor untuk Lalu Zohri |
"Tentu kami tunggu dia [Simic], karena dia tidak salah, dan dia bisa bantu tim. Saat ini, mencari striker baru itu tidak mudah. Escobar, dia main enam pertandingan dan tidak ada satu pun tembakan ke gawang dan tidak ada peluang mencetak gol. Ini masalah besar, tapi secepatnya kami akan cari solusi sambil menunggu Simic kembali," tutur Kolev. (ttf/ptr)
Persija menyisakan dua pertandingan di Piala AFC. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)