Harapan besar ada di pundak Man United saat menjamu Man City. Selain sangat diharapkan menang oleh fan Liverpool untuk menjegal laju Man City, para pemain Man United juga utang kemenangan kepada suporter mereka sendiri setelah tampil buruk saat dikalahkan Barcelona dan Everton.
Sayang setelah tampil cukup solid secara pertahanan di babak pertama, Man United kembali menunjukkan permainan tim medioker di babak kedua. Petaka Man United terjadi mulai menit ke-54. Layaknya mobil mewah Bugatti atau Ferrari, Man United seperti dikemudikan sopir yang salah, karena mereka terlihat hanya bermain menggunakan gigi satu meski memiliki sejumlah pemain cepat dan berkualitas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Man United kebobolan pada menit ke-54 melalui gol Bernardo Silva. (Foto: Reuters/Carl Recine) |
Satu statistik yang membuat fan Man United bisa senang adalah, di babak pertama para pemain The Red Devils berlari empat kilometer lebih banyak daripada Man City. Sebuah statistik yang memperlihatkan perjuangan Man United dalam mengimbangi permainan tiki-taka Man City setelah dituduh malas-malasan saat dikalahkan Everton.
12 Menit Penentu
Jelas ada sesuatu yang hilang dari skuat Man United saat ini. Man United tidak memiliki sosok pemimpin di lini tengah dan juga sosok pendobrak atau sosok kreatif yang mampu membantu mereka membongkar lini pertahanan lawan. Pasalnya di awal babak kedua Man United sempat beberapa kali masuk kotak penalti Man City, namun selalu gagal dalam penyelesaian akhir.
Setelah beberapa kali diancam Man United, ritme permainan Man City terlihat lebih baik. Mengandalkan kemampuan individu David Silva, Bernardo Silva, dan Raheem Sterling, The Citizens memperlihatkan umpan-umpan pendek dalam membongkar pertahanan Man United.
Paul Pogba tak bisa diandalkan Man United di lini tengah. (Foto: Reuters/Carl Recine) |
Berselang 12 menit kemudian Man City sukses menggandakan keunggulan. Leroy Sane yang masuk menit ke-51 menggantikan Fernandinho karena cedera berhasil memperbesar keunggulan Man City lewat tendangan kaki kiri. Lagi-lagi De Gea pantas disalahkan setelah mantan kiper Atletico Madrid itu memilih untuk menggunakan kaki untuk memblok tendangan Sane. Alhasil bola masuk ke gawang setelah mengenai kaki De Gea.
Sejak awal Man United tidak pernah diharapkan manajer Liverpool Juergen Klopp untuk bisa membantu The Reds dalam perebutan gelar Liga Primer Inggris. Prediksi Klopp ternyata sangat tepat, karena Man United terlihat memiliki kelas yang jauh di bawah Man City. Padahal Man City terbilang tidak bermain cukup lepas di Old Trafford.
Mungkin lebih baik bagi Liverpool untuk lebih mengandalkan Burnley, Leicester City, Brighton & Hove Albion menjegal Man City di tiga laga akhir ketimbang mengandalkan Man United. (bac)
Man United kebobolan pada menit ke-54 melalui gol Bernardo Silva. (Foto: Reuters/Carl Recine)
Paul Pogba tak bisa diandalkan Man United di lini tengah. (Foto: Reuters/Carl Recine)