ANALISIS

Liverpool Nahas Jadi Korban Kebangkitan Messi

Putra Permata Tegar Idaman, CNN Indonesia | Kamis, 02/05/2019 06:57 WIB
Liverpool Nahas Jadi Korban Kebangkitan Messi Liverpool korban kebangkitan penyerang Barcelona, Lionel Messi. (REUTERS/Albert Gea)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lionel Messi sempat 'mati', namun ia berhasil 'hidup' kembali di 15 menit akhir pertandingan untuk membuat Liverpool benar-benar bernasib nahas di akhir laga melawan Barcelona pada leg pertama semifinal Liga Champions, Rabu (1/5) waktu setempat.

Tanpa menonton pertandingan, mungkin kemenangan telak Barcelona atas Liverpool dengan skor 3-0 dianggap menyajikan laga berat sebelah. Kenyataannya, Liverpool mampu merepotkan dan mematikan Barcelona di Stadion Camp Nou. Sebuah kenyataan pahit untuk Liverpool yang harus tertunduk lesu di akhir laga.

Liverpool yang tidak memainkan Roberto Firmino memutuskan untuk menurunkan kuartet Naby Keita-Fabinho-James Milner-Georginio Wijnaldum di lini tengah.


Meski Keita sudah harus ditarik keluar lapangan pada awal laga dan digantikan Jordan Henderson, deretan gelandang bertenaga ini berhasil membuat sempit area bermain Lionel Messi di daerah pertahanan Liverpool.

Sedangkan ketika menyusun serangan, Wijnaldum adalah pemain yang maju dan mengisi pos yang biasa ditempati oleh Firmino.

Sepanjang babak pertama, Messi tidak banyak memiliki kesempatan untuk mendapat bola dan menghadirkan ancaman.

Dua gol ke Liverpool membuat Lionel Messi sudah mencetak 600 gol untuk Barcelona.(REUTERS/Albert Gea)
Di saat situasi tak menguntungkan ini, Barcelona beruntung memiliki Luis Suarez. Penyerang Uruguay itu adalah sosok yang paling aktif di babak pertama. Suarez menggunakan segala trik yang ia punya untuk merusak fokus bek-bek Liverpool.

Suarez memenuhi janji untuk meninggalkan kenangan yang ada antara dirinya dan Liverpool. Suarez tak sungkan terus tampil menyebalkan dengan beberapa kali melakukan protes kepada wasit dan bersitegang dengan pemain-pemain The Reds.

Namun jelas Suarez tak hanya memiliki kemampuan dalam perang mental, melainkan juga kelihaian sebagai striker sejati.

Lionel Messi sempat kesulitan lepas dari penjagaan pemain Liverpool. (Action Images via Reuters/John Sibley)
Suarez sukses mencetak gol di menit ke-26 lewat kejeliannya melihat celah di lini belakang Liverpool. Di saat Virgil van Dijk dan kawan-kawan fokus pada bola yang ada di kaki Jordi Alba, Suarez dengan cepat melesat ke titik mati penglihatan bek-bek The Reds.

Umpan dari Jordi Alba melesat dan Suarez ada di posisi bebas untuk melepaskan tendangan ke gawang.

Messi Bangkit di 15 Menit Akhir

Kehebatan Liverpool dalam menerapkan pressing terlihat jelas di 20 menit awal babak kedua. Barcelona yang sering dominan dalam penguasaan bola, tak berkutik dan kalah bersaing dari Liverpool.

Ada dua peluang bagus yang bisa berujung gol untuk Liverpool. Pertama, tendangan Salah dari luar kotak penalti yang ditepis Marc Andre ter Stegen. Kedua, tendangan James Milner di posisi terbuka yang bisa diamankan dengan sempurna oleh ter Stegen.

Kegagalan mencetak gol saat dominan di 20 menit awal babak kedua yang akhirnya mengantarkan Liverpool kembali mendapat hukuman.

Lionel Messi mencetak dua gol dan satu di antaranya melalui tendangan bebas. (Reuters/John Sibley)
Keputusan Ernesto Valverde untuk memasukkan Nelson Semedo menggantikan Philippe Coutinho di awal babak kedua demi bisa mendorong Sergi Roberto ke depan berbuah manis.

Kerja sama Messi dan Sergi Roberto berujung pada peluang emas di kaki Suarez. Tendangan Suarez mengenai mistar namun itu ternyata berujung pada gol pertama Messi ke gawang Liverpool sepanjang kariernya.

Situasi tak lagi sama ketika Barcelona berhasil unggul 2-0. Tekanan Liverpool berkurang dan Barcelona mulai leluasa.

Messi yang sudah lepas dari tekanan lalu memperlihatkan salah satu kepiawaiannya, eksekusi tendangan bebas. Messi dengan mulus mengantar bola ke pojok kanan gawang, tak mampu dijangkau oleh Alisson Becker yang sudah merentangkan tangan sekuat tenaga.

Hal yang paling menyedihkan dari kekalahan Liverpool adalah ketika mereka kalah dengan skor telak di saat mereka sejatinya mampu merepotkan Barcelona dalam segi permainan di lapangan.

Liverpool Nahas Jadi Korban Kebangkitan Messi
Sedangkan penyesalan terbesar dari Liverpool jelas terletak pada ketidakmampuan The Reds membawa pulang gol tandang.

Selepas skor berubah jadi 3-0, Roberto Firmino yang diturunkan Juergen Klopp punya peluang mencetak gol namun bola dihalau bek Barcelona sebelum melewati garis gawang. Mohamed Salah juga pasti meratapi kegagalan dirinya memanfaatkan bola liar di muka gawang. Tendangan Salah di posisi bebas hanya membuat bola membentur tiang gawang.

Sedikit keberuntungan untuk skuat Klopp, Barcelona gagal mencetak gol keempat padahal Ousmane Dembele dan Luis Suarez punya peluang untuk melakukannya di menit-menit akhir pertandingan.

Dari segi permainan, Liverpool masih punya kesempatan untuk menang atas Barcelona di Anfield. Namun untuk bisa membalikkan skor 0-3, Liverpool butuh penampilan sempurna, bukan hanya sekadar tentang mengungguli ball possession Barcelona, melainkan juga tentang memaksimalkan peluang ketika mereka lebih dominan.

Karena dari laga ini mereka belajar satu hal, bahwa Messi bisa mati di mayoritas waktu berlaga, namun ia bisa dengan mudah memberikan hukuman ketika peluang itu tersaji di depannya.