Gagal Melatih, Maradona Bawa-bawa Pengalaman Hampir Mati

CNN Indonesia | Selasa, 07/05/2019 05:31 WIB
Gagal Melatih, Maradona Bawa-bawa Pengalaman Hampir Mati Diego Maradona sedih tim yang ditanganinya gagal promosi ke Divisi Dua Liga Meksiko. (REUTERS/Michael Dalder)
Jakarta, CNN Indonesia -- Legenda sepak bola Argentina, Diego Maradona, membawa-bawa pengalaman di ambang kematian setelah kembali mengalami kegagalan karier sebagai pelatih.

Maradona kembali mengalami kegagalan setelah klub yang dilatihnya, Sinaloa Dorados, untuk kali kedua secara beruntun gagal di babak play off promosi ke divisi dua Liga Meksiko.

Dorados kalah 0-1 dari Atletico San Luis di masa perpanjangan waktu leg kedua babak play off. Hasil tersebut membuat skor agregat menjadi 1-2 untuk kemenangan San Luis.


Di balik kekecewaanya, Maradona membawa-bawa pengalaman hidup yang pernah mendekati kematian. Artinya, hasil buruk ini tidak akan banyak mempengaruhi hidupnya.

Karier Maradona sebagai pelatih tidak secemerlang saat bermain.Karier Maradona sebagai pelatih tidak secemerlang saat jadi pemain. (AFP PHOTO / STAFF)
"Saya sudah merasakan menang, kalah, dan imbang dalam hidup saya. Saya juga sudah berada pernah di ambang kematian. Jadi hasil ini tidak mempengaruhi saya," kata Maradona dilansir Football Italia.

"Tapi, percayalah saya sangat sedih hari ini. Saya sedih untuk seluruh pemain bukan kepada diri saya sendiri," ujarnya.

Gagal Melatih, Maradona Bawa-bawa Pengalaman Hampir Mati
Karier pelatih Maradona tidak secemerlang saat menjadi pemain di mana ia pernah mengantar timnas Argentina juara Piala Dunia 1986 di Meksiko.

Menyandang status sebagai satu di antara pemain terhebat di sepanjang masa, Maradona, malah seakan tidak beruntung ketika melatih.

Mantan pemain Barcelona dan Napoli itu juga menghadapi masalah kesehatan. Awal tahun ini harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami pendarahan di perut. (jun/jun)