Di musim ini Liverpool sering mencetak gol di menit-menit akhir yang bisa jadi bekal untuk mengalahkan Blaugrana dan lolos ke babak final. Peluang itu terbuka karena tim asuhan Juergen Klopp bermain di kandang sendiri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Liverpool tampil apik saat bermain di Catalonia. Jordan Henderson dan kawan-kawan bisa lebih menguasai permainan dibandingkan dengan Barcelona yang menjadi tuan rumah.
Liverpool wajib menang besar atas Barcelona untuk bisa lolos ke babak final. (REUTERS/Sergio Perez) |
Di pertemuan kedua ini Liverpool hanya perlu mempertahankan gaya bermain saat tampil di kandang Barca ditambah dengan menajamkan serangan mereka untuk mendapatkan gol cepat.
The Reds juga harus memaksimalkan kelebihan mereka dalam menciptakan gol di menit-menit akhir. Di musim ini Liverpool mencetak 28 gol di periode menit ke-81 hingga 90, dengan rincian 22 gol di Liga Primer Inggris dan 8 gol lainnya di Liga Champions.
Pertandingan melawan Newcastle United yang berakhir 3-2 menjadi salah satu contohnya. Di mana pemain pengganti Divock Origi memberikan kemenangan untuk Merseyside Merah lewat golnya di menit ke-86.
Jika sukses menyingkirkan Barcelona di musim ini, Liverpool bisa mencatatkan sejarah baru dengan comeback untuk kali pertama setelah kalah telak. Sebelumnya Liverpool tak pernah bisa membalikkan kedudukan setelah kalah dengan skor 0-3 dan 1-5 di turnamen Eropa. (sry/bac)
Liverpool wajib menang besar atas Barcelona untuk bisa lolos ke babak final. (REUTERS/Sergio Perez)