Tottenham bernasib kurang baik lantaran mereka menjamu Ajax dalam kondisi terburuk. Kelelahan, cedera, dan larangan bermain pada sejumlah andalan membuat Tottenham akhirnya kalah dengan skor 0-1 di stadion baru mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kehadiran Son Heung-min yang absen di leg pertama jelas bakal memberikan perbedaan besar bagi lini depan Tottenham Hotspur. Son Heung-min bisa memberikan ancaman lewat kecepatan dan daya ledaknya di lini belakang lawan.
Jan Vertongen mengalami cedera kepala pada leg pertama. (REUTERS/Dylan Martinez) |
Tottenham berada di periode terburuk dalam lima laga karena hanya mampu meraih satu kemenangan. Tottenham didera keletihan dan kelelahan lantaran menjalani banyak pertandingan. Namun hal tersebut akan berbeda jauh dengan kondisi Tottenham saat ini.
Dengan kondisi tersebut Tottenham bisa mengerahkan seluruh tenaga yang tersisa untuk menghadapi Ajax di Amsterdam. Bagi Tottenham, peluang untuk bisa lolos ke final Liga Champions belum tentu akan langsung datang dalam 2-3 musim ke depan.
Nothing to Lose
Dalam laga leg pertama Tottenham jelas terlihat demam panggung. Mereka yang terlalu berhati-hati bermain di markas sendiri malah akhirnya didominasi oleh Ajax yang bermain dengan riang gembira.
Ajax mendominasi penguasaan bola tanpa bisa dicegah oleh lini tengah Tottenham sepanjang permainan.
Bila ingin mengubah keadaan, Eric Dier dan kawan-kawan harus merusak aliran bola di lini tengah. Frenkie De Jong, Donny van de Beek dan gelandang-gelandang Ajax lainnya tidak boleh dibiarkan menguasai bola terlalu lama.
Jika bisa merusak dominasi Ajax di lini tengah, maka Tottenham tidak perlu menghawatirkan kecepatan Hakim Ziyech atau David Neres di sisi lapangan.
Dalam laga ini, Tottenham juga jelas harus meredam emosi. Kebodohan yang mereka perlihatkan ketika kalah 0-1 dari Bournemouth jelas tidak boleh terulang.
Sangat sulit membayangkan Tottenham masih berharap menang bila kembali mendapat kartu merah, bahkan sampai dua buah, seperti ketika berduel lawan Bournemouth.
Ajax Demam Panggung
Melihat Ajax datang dengan bekal kemenangan 1-0 di markas lawan, bayangan yang ada adalah Ajax bakal lebih mudah melenggang ke partai final. Namun dengan skuat minim pengalaman, laga leg kedua masih terbilang berat bagi Ajax Amsterdam.
Ajax baru saja menjalani laga penuh tensi di final Piala Belanda yang akhirnya bisa mereka menangkan. Meski motivasi mereka naik usai jadi juara, Ajax tentunya akan tetap akan mengalami kelelahan dari segi fokus bertanding.
Tottenham kalah 0-1 dari Ajax di kandang sendiri. (REUTERS/Dylan Martinez) |
Dalam rekor kandang Ajax di Liga Champions, Frenkie de Jong dan kawan-kawan bermain 'buruk' di kandang bila dibandingkan dengan aksi tandang mereka.
Lihat juga:Barcelona Salah Berjemaah di Anfield |
Selain itu Tottenham juga bisa lolos dengan kemenangan 2-1, 3-2, dan seterusnya. Sajian permainan terbuka sangat memungkinkan Tottenham menang dengan banyak gol.
Ajax memang ada di atas angin, namun Tottenham punya peluang untuk merebut tiket final yang nyaris ada di genggaman Ajax. (har)
Jan Vertongen mengalami cedera kepala pada leg pertama. (REUTERS/Dylan Martinez)
Tottenham kalah 0-1 dari Ajax di kandang sendiri. (REUTERS/Dylan Martinez)