Di Ajax terdapat tiga pemain muslim yaitu Noussair Mazraoui, Hakim Ziyech dan Zakaria Labyad. Para pemain ini pun bertekad akan tetap menjalankan ibadah puasa meski harus melakoni pertandingan besar lawan Tottenham.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Noussair Mazraoui (kanan) akan tetap berpuasa saat bertanding lawang Tottenham Hotspur. (Reuters/Andrew Couldridge) |
Mazraoui mengungkapkan kepada koran Belanda, Het Parool seperti dikutip dari AS, ia tidak ada masalah bermain sembari berpuasa menahan lapar dan haus selama pertandingan.
"Tentu ada perbedaan opini soal ini, tapi ini adalah pilihan saya. Saya merasa sangat energik selama Ramadan," tutur Mazraoui seperti dikutip dari AS.
Mazraoui berusaha meyakinkan para fan Ajax bahwa para pemain tidak akan menurun kondisinya meski berpuasa saat pertandingan.
"Pertandingan mulai pukul 21.00, pada pukul 21.15 saya sudah bisa minum sesuatu. Jika saya bakal dimainkan, saya akan langsung ke pinggir lapangan untuk minum sedikit," terangnya.
Ibadah puasa di Eropa sendiri memang cukup berat jika dibandingkan di wilayah seperti Asia Tenggara macam Indonesia. Sebut saja di Amsterdam pada Rabu (8/5), waktu salat subuh atau batas dimulainya berpuasa dimulai 03.48, sedangkan magrib atau waktu berbuka pada 21.18 waktu setempat.
Lihat juga:Barcelona Salah Berjemaah di Anfield |
Noussair Mazraoui (kanan) akan tetap berpuasa saat bertanding lawang Tottenham Hotspur. (Reuters/Andrew Couldridge)