Febe yang lahir di Boyolali, Jawa Tengah, 30 September 1989, mengaku selalu senang mendengarkan azan berkumandang dari masjid yang tidak jauh dari rumahnya. Kegemaran mendengarkan azan dan orang mengaji itu pun berlanjut ketika ia masuk pelatnas bulutangkis Cipayung. Hal itu membuat keinginannya memeluk Islam semakin besar.
"Waktu masih di pelatnas, kalau ada orang mengaji saya ingin ikutan. Senang saja gitu dengarnya, rasanya tenang dan lama-lama ingin," kata Febe kepada CNNIndonesia.com.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maria Febe memiliki nama Islam Aisyah Febe Kusumastuti. (ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo) |
Febe menegaskan alasan menjadi mualaf bukan karena berencana menikah dengan kekasihnya yang juga pebulutangkis, Andrei Adistia. Bahkan setelah pacaran selama sekitar delapan tahun keduanya sempat putus sebelum kembali dan memutuskan menikah.
Maria Febe membantah masuk Islam karena ingin menikah. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Sampai saat ini Febe masih terus mendalami ajaran Islam, termasuk rencana untuk berhijab. Tapi keinginan itu tidak akan dilakukan dalam waktu dekat, menunggu sampai ia benar-benar pensiun dari bulutangkis.
"Belum kepikiran mau pensiun. Rencananya masih mau main [bulutangkis] sampai tiga tahun lagi. Kalau pakai jilbab sih mau, tapi agak susah karena harus masih main, belum konsisten. Sekarang paling pakai jilbab kalau masuk surau, pas itikaf, tapi nanti mungkin," ucap Febe. (har/ttf/bac)
Maria Febe memiliki nama Islam Aisyah Febe Kusumastuti. (ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo)
Maria Febe membantah masuk Islam karena ingin menikah. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)