Dilansir dari The Players Tribune, perempuan kelahiran 26 Februari 1983 berbagi kisah ketika tinggal di Indonesia pada usia 14 tahun. Di Indonesia, merasakan pengalaman yang tak akan pernah ia lupakan.
Lihat juga:Aksi 22 Mei, Liga 1 2019 Jalan Terus |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
McLeod pernah menjadi kapten tim Jakarta All Star U-15. (Photo by JOHN MACDOUGALL / AFP) |
McLeod dan dua saudara perempuan serta orang tua pindah ke Jakarta. Mereka pindah setelah ayah McLeod yang berprofesi sebagai seorang insinyur dalam bisnis perminyakan mendapat pekerjaan di ibu kota Indonesia.
"Saya tidak tahu ekspektasi tinggal di sana [Indonesia]," ucapnya melanjutkan.
Setiba di Indonesia, McLeod segera mendaftar ke sekolah internasional. Untuk menuju ke sekolah dari rumah, ia melewati sekolah Katolik dan sekolah Islam yang lokasinya bersebrangan.
"Ketika kami lewat menggunakan bus, orang-orang dari kedua sekolah saling melempar batu. Banyak batu. Saya ingat hanya melihat itu dari jendela, kepala saya dipenuhi dengan banyak pertanyaan," ujar pesepakbola yang pernah bermain di liga sepakbola wanita Amerika Serikat, Jerman, dan Swedia itu.
"Di mana saya? Apa yang saya lakukan di sini? Apakah ini kondisi dunia luar [Kanada] yang sebenarnya?" ujarnya dalam hati.
Jakarta mengubah cara pandang McLeod terhadap dunia. Ia masih sangat muda untuk memahami situasi konflik.
Erin McLeod menjadi kiper andalan timnas Kanada sejak 2002. (Minas Panagiotakis/Getty Images/AFP) |
"Kemudian kami mengganti saluran ke BBC yang seakan berpesan kepada kami untuk segera meninggalkan Indonesia. Jadi, pukul dua pagi, kami pergi ke bandara kecil karena bandara utama [Soekarno Hatta] ditutup. Dalam perjalanan menuju bandara, kami melihat barisan panjang tank berbaris menuju pusat kota," tuturnya mengenang kejadian 21 tahun silam.
McLeod merasa sangat takut. Beruntung, evakuasi ke luar kota hanya sementara sehingga merasakan atmosfer sepak bola wanita di Jakarta. Pengalaman yang menurutnya tidak bagus-bagus amat karena tidak banyak perempuan Indonesia yang bermain sepak bola. McLeod pun harus bermain sepak bola dengan bocah laki-laki.
"Dari situ saya segera menyadari bahwa saya tidak akan mencapai impian saya sebagai seorang pemain sepak bola di Jakarta. Saya benar-benar harus keluar dari sini. Akhirnya, setelah dua tahun di Indonesia, saya pergi untuk tinggal dengan nenek saya di Calgary [Kanada]." (map/jun)
McLeod pernah menjadi kapten tim Jakarta All Star U-15. (Photo by JOHN MACDOUGALL / AFP)
Erin McLeod menjadi kiper andalan timnas Kanada sejak 2002. (Minas Panagiotakis/Getty Images/AFP)