Sala menjadi kabar besar pada awal tahun ini. Bukan lantaran performa yang menanjak, namun karena perjalanan dari Nantes menuju Cardiff yang berujung kematian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Emiliano Sala mengakhiri karier sepak bola dengan tragis. (Jean-FranÁois MONIER / AFP) |
Sala juga mengaku Nantes menggunakan segala cara untuk membuat dirinya hengkang, sesuatu yang tidak ia inginkan kendati menurutnya tidak masalah bermain di klub mana pun termasuk berlaga di Inggris.
Pemain yang pernah berkostum Bordeaux itu juga mengungkapkan tidak berminat berbicara dengan pemilik klub Nantes, Waldemar Kita, karena tidak ingin marah.
"Jadi begitulah semuanya, sebuah kekacauan total. Saya tak tahu apa yang harus dilakukan karena seperti yang saya katakan kepada Anda, saya yang harus bangun setiap hari dan melihat saya. Hanya saya yang melihat diri saya sendiri dan saya harus melaluinya sendiri. Ini sulit karena saya tidak banyak orang mau menempatkan diri saya," cerita Sala.
Sementara menanggapi rekaman yang beredar, Kita mengaku terkejut dan kecewa. Kita merasa dirinya selalu berupaya menjalin hubungan baik dengan semua orang.
"Dia [Sala] adalah seorang anak muda yang berpendidikan. Jika dia belum meninggal, saya rasa dia akan sangat senang hari ini. Saya merasa itu bukan kata-kata darinya," ucap Kita.
"Hari ini saya tidak menginginkan uangnya dan mungkin saya tidak akan pernah menyentuhnya. Saya tidak ingin menghabiskan uang dari seseorang yang meninggal secara tragis," jelasnya. (nva/bac)
Emiliano Sala mengakhiri karier sepak bola dengan tragis. (Jean-FranÁois MONIER / AFP)