Nama pemain asal Mesir itu semakin populer setelah mengantarkan The Reds juara Liga Champions untuk kali keenam dengan mengalahkan Tottenham Hotspur 2-0 pada final di Stadion Wanda Metropolitano, Sabtu (1/6). Salah mencetak satu dari dua gol kemenangan skuat besutan Juergen Klopp melalui eksekusi penalti. Sedangkan satu gol lagi dicetak oleh Divock Origi.
Lembaga studi dari Immigration Policy Lab (IPL) membuat laporan tentang penurunan tingkat islamofobia tersebut berdasarkan survei menggunakan sampling maupun di media sosial.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan penelitian itu juga mengobservasi secara seksama sekitar 15 juta cuitan Twitter dari Kerajaan Inggris sebagai bagian untuk menguji efek kedatangan dan popularitas Salah di Liverpool dengan tingkat islamofobia di antara para fan klub itu.
Lihat juga:Pirlo Kecam Pahlawan Kemenangan Liverpool |
Mohamed Salah sukses mengantarkan Liverpool juara Liga Champions. (REUTERS/Phil Noble) |
"Kami juga menemukan para fan Liverpool FC telah mengurangi unggahan Tweet anti-Muslim hingga setengahnya [turun dari 7,2 persen menjadi 3,4 persen Tweet tentang Muslim] dibandingkan para fan dari tim sepak bola top Inggris lainnya," demikian tulis laporan tersebut.
"Penemuan kami mengindikasikan anutan yang berasal dari kelompok minoritas justru menampilkan informasi yang lebih manusiawi tentang minoritas tersebut kepada masyarakat yang lebih luas," tulis IPL.
Suporter Chelsea itu mengunggah video mereka yang meneriakkan Salah sebagai pengebom di media sosial sebelum pertandingan melawan Slavia Praha di ajang Liga Europa di Stadion Sinobo, Praha, Kamis(11/4).
Dalam video berdurasi 19 detik diketahui para fan tersebut berkumpul di sebuah bar yang berada di ibu kota Ceko sambil mencemooh pemain Mesir yang pernah bermain membela Chelsea.
Mohamed Salah sukses mengantarkan Liverpool juara Liga Champions. (REUTERS/Phil Noble)