Van Dijk berperan besar atas sukses Liverpool meraih gelar Liga Champions musim 2018/2019. Kehadirannya di jantung pertahanan membuat pertahanan The Reds lebih kokoh dan membuat para penyerang lawan gerah jika harus berhadapan dengan bek asal Belanda tersebut.
Selain dinobatkan sebagai pemain terbaik Liga Primer Inggris musim ini, Van Dijk mendapat gelar man of the match pada final Liga Champions melawan Tottenham Hotspur di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid , Sabtu (1/6) waktu setempat.
Statistik juga mencatat Van Dijk tidak sekalipun berhasil dilewati oleh pemain lawan dalam 64 laga terakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Van Dijk berhasil mematikan pergerakan Son Heung-min di final Liga Champions. (REUTERS/Toby Melville) |
"Biasanya gelar itu diberikan ke pemain yang mencetak atau membuat gol penting. Jika ada waktu yang tepat untuk memberikannya [Ballon d'Or] ke pemain belakang, sekarang waktunya."
"Saya pikir Messi pemain terbaik di dunia. Dia seharusnya memenangi Ballon d'Or," ucapnya.
"Dia adalah yang terbaik di dunia, terlepas dia berada di final atau tidak." ujar Van Dijk melanjutkan.
Van Dijk bukan hanya tangguh dalam mengawal pertahanan Liverpool. Mantan pemain Southampton itu pun tergolong produktif karena berhasil mencetak enam gol dan mengemas empat assist dari 50 pertandingan di semua kompetisi musim ini. (jal/har)
Van Dijk berhasil mematikan pergerakan Son Heung-min di final Liga Champions. (REUTERS/Toby Melville)