Ganda campuran dari Indonesia itu membuat kejutan dengan mengalahkan unggulan kedua asal Jepang, Yuta Watanabe/Arisa Higashino, dengan skor 21-13, 12-21, 21-17 di semifinal, Sabtu (7/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang penting itu dari penampilan kami, main semaksimal mungkin dan all out [total], kan kami sudah beberapa kali juga ketemu mereka, kami akan berusaha menikmati permainan," ujar Melati dikutip dari situs resmi PBSI.
Praveen/Melati akan menghadapi ganda campuran dari China di final Australia Terbuka 2019. (Foto: CNN Indonesia/Putra Permata Tegar) |
"Kami sudah pernah bertemu mereka, mereka banyak bermain drive-drive panjang, jadi kami hindari permainan seperti ini karena ini memang keunggulan mereka. Kami banyak mencoba untuk ungguli lawan dari permainan depan, jadi kami banyak dapat kesempatan untuk menyerang."
"Yang paling utama, kuncinya adalah percaya sama partner dan terus jaga komunikasi di lapangan. Kami juga sudah tahu di mana kelemahan mereka, jadi tadi kami terus incar di situ dan ini membuat kami bisa mengalahkan mereka hari ini," kata Melati.
Kendati berstatus turnamen level Super 300, turnamen Australia Terbuka 2019 banyak diikuti para pebulutangkis elite karena turnamen ini sudah masuk dalam ajang pengumpulan poin di Olimpiade Tokyo 2020. (bac)
Praveen/Melati akan menghadapi ganda campuran dari China di final Australia Terbuka 2019. (Foto: CNN Indonesia/Putra Permata Tegar)