Chile dan Jepang saling menjajal kemampuan mengorganisasi serangan pada menit-menit awal. Kedua kesebelasan silih berganti memberi ancaman.
Lihat juga:Benci Tapi Butuh Marquez-Lorenzo di MotoGP |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Chile yang baru melepaskan tembakan pertama pada menit ke-14 perlahan mampu membuat kans berarti. Setelah gagal memaksimalkan peluang pada menit ke-28 dan ke-35, La Roja baru bisa membukukan gol pada menit ke-41. Sepak pojok Charles Aranguiz ditanduk Erick Pulgar dan tidak dapat diantisipasi Keisuke Osako.
Alexis Sanchez menjadi salah satu pencetak gol Chile ke gawang Jepang. (REUTERS/Amanda Perobelli) |
Chile mengawali babak kedua dengan pendekatan ofensif dan tidak memberi ruang bagi Jepang untuk menguasai bola. Hasilnya pada menit ke-54 Eduardo Vargas membobol gawang Osako melalui tendangan yang sempat membentur kaki Takehiro Tomiyasu.
Setelah tertinggal dua gol, Jepang lantas merespons. Berselang tiga gol dari gol Vargas, Ueda kembali gagal menuntaskan peluang lantaran bola yang dilepaskannya melebar.
Justru Chile yang mampu menambah keunggulan. Kemampuan Aranguiz dalam melindungi bola dan melepaskan umpan ke mulut gawang tidak disia-siakan Alexis Sanchez dengan sundulan pada menit ke-82.
Kemenangan empat gol tanpa balas yang dibukukan Chile membuat persaingan Grup C menjadi sengit lantaran sebelumnya Uruguay juga menang dengan skor 4-0 atas Ekuador.
Susunan pemain inti Chile:
Gabriel Arias; Mauricio Isla, Gary Medel, Guillermo Maripan, Jean Beausejour; Charles Aranguiz, Erick Pulgar, Arturo Vidal; Jose Pedro Fuenzalida, Eduardo Vargas, Alexis Sanchez.
Susunan pemain inti Jepang:
Keisuke Osako; Takehiro Tomiyasu, Yuta Nakayama, Naomichi Ueda; Takefusa Kubo, Gaku Shibasaki, Teruki Hara, Daiki Sugioka; Daizen Maeda, Ayase Ueda, Shoya Nakajima. (nva)
Alexis Sanchez menjadi salah satu pencetak gol Chile ke gawang Jepang. (REUTERS/Amanda Perobelli)