PSG membeli Neymar dari Barcelona pada 2017 lalu dengan membayar mahar sebesar €222 juta atau sekitar Rp3,6 triliun. Dua tahun di PSG, dua kali juga Neymar mengalami cedera yang mengganggu kontribusi untuk Les Parisiens.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Minim Motivasi
Bertingkah di luar lapangan, Neymar juga bermasalah di dalam lapangan dengan kerap melakukan aksi individu yang membahayakan diri sendiri.
Neymar sudah dua musim membela PSG. (REUTERS/Jean-Paul Pelissier) |
2. Potensi Kylian Mbappe
Dengan menjual Neymar, PSG akan mendapat dana segar untuk membangun tim. Tanpa Neymar, pemilik delapan gelar Ligue 1 bisa menyudahi pengaruh buruk mantan pemain Santos di tim.
Neymar juga dianggap mengundang risiko bagi keutuhan tim karena memiliki banyak tuntutan untuk diperlakukan istimewa dibanding rekan-rekan satu tim.
3. Kangen Spanyol dan Barcelona
Liga yang kompetitif dan persaingan ketat di Spanyol membuat Neymar merindukan Barcelona.
Selain alasan kompetisi, Barca juga memperlakukan Neymar sebagai bintang sebagai bagian dari trio MSN yang mematikan bersama Lionel Messi dan Luis Suarez.
Salah satu alasan Neymar bergabung ke PSG adalah menghindari bayang-bayang megabintang asal Argentina itu. Alih-alih menuai sukses, Neymar justru gagal membangun citra positif di klub baru. (ttf/bac)
Neymar sudah dua musim membela PSG. (REUTERS/Jean-Paul Pelissier)