Messi pun sadar hasil seri dengan Paraguay akan menyulitkan langkah timnas Argentina memburu tiket perempat final.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tau ini akan membuat keadaan menjadi sulit, kami masih mencari tim terbaik untuk menampilkan performa terbaik, untuk terus berkembang," sambung pemain berusia 31 tahun itu.
Lionel Messi bersalaman dengan pemain Paraguay usai laga di fase grup. (REUTERS/Edgard Garrido) |
Untuk lolos dari fase grup, saat ini Argentina hanya akan bersaing dengan Paraguay dan Qatar karena Kolombia yang meraih enam poin dari dua laga sudah dipastikan lolos dengan status juara grup.
Kendati saat ini berada di posisi terbawah, La Albiceleste masih berpeluang menghuni peringkat kedua jika mampu meraih kemenangan atas Qatar dan Paraguay seri atau kalah dari Kolombia.
Jika Argentina menang atas Qatar dan Paraguay mengalahkan Kolombia maka anak asuh Lionel Scaloni akan menempati peringkat ketiga dan akan bersaing dengan penghuni posisi ketiga dari tiga grup lain.
"Kami tahu kami akan memainkan laga penentu nasib. Akan gila jika kami tidak dapat melangkah dari fase grup, ketika sebenarnya ada tiga [tim] yang bisa lolos dari masing-masing grup. Saya yakin kami akan lolos," tambahnya.
Tanpa kemenangan setelah melewati dua pertandingan dan berada di posisi juru kunci, Argentina terancam memiliki rapor terburuk dalam sepanjang keikutsertaan di Copa America.
Argentina tercatat tiga kali gagal lolos di fase grup, yang seluruhnya terjadi di era Copa America: 1975, 1979, dan 1983. Namun di tahun 1979 dan 1983 Argentina bisa meraih satu kemenangan, sedangkan di 1975 mendapat dua kemenangan. (nva/bac)
Lionel Messi bersalaman dengan pemain Paraguay usai laga di fase grup. (REUTERS/Edgard Garrido)