Gelar juara dunia kesepuluh di ajang balap motor Grand Prix merupakan obsesi bagi Rossi. Namun, pebalap 40 tahun itu selalu gagal melakukannya sejak menjadi juara dunia MotoGP pada 2009. Meski kembali ke Yamaha pada 2013 setelah gagal dua musim di Ducati, Rossi belum juga mampu merebut gelar juara dunia kesepuluh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan musim lalu Rossi untuk kali dalam sejarah memperkuat Yamaha tidak mampu meraih kemenangan dalam satu musim MotoGP. Rossi kali terakhir meraih kemenangan di Sirkuit Assen pada MotoGP Belanda 2017.
Valentino Rossi baru mengoleksi 72 poin dari tujuh balapan. (LLUIS GENE / AFP) |
Kondisi yang lebih buruk justru dialami Vinales. Dengan tiga gagal finis musim ini Vinales berada di posisi 11 klasemen dan tertinggal hingga 100 poin dari Marquez.
Kunci Duduk Bersama
Segala cara dilakukan Yamaha untuk memberikan Rossi dan Maverick Vinales sepeda motor yang kompetitif. Terakhir, Yamaha mempromosikan Michele Gadda yang sebelumnya bekerja untuk tim Yamaha SuperBike untuk menjadi Kepala Kontrol Perangkat Elektronik Yamaha Eropa.
Yamaha M1 dianggap masih bermasalah di MotoGP 2019. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan) |
Yamaha sebenarnya memiliki potensi cukup luar biasa musim ini. Terbukti Rossi sempat finis kedua pada balapan di Argentina dan Amerika Serikat, sedangkan Vinales finis ketiga pada balapan di Spanyol. Selain itu Fabio Quartararo yang memperkuat tim satelit Yamaha Petronas juga terus menunjukkan penampilan konsisten. Setelah dua kali merebut pole, Quartararo meraih podium pertama sepanjang kariernya dengan finis kedua di Catalunya.
Yamaha, bersama Vinales dan Rossi, harus duduk bersama mencari solusi yang tepat dalam permasalahan sepeda motor M1. Kedua pebalap tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, mengeluarkan komentar miring terhadap timnya sendiri. Kondisi itu justru akan memperkeruh suasana.
"Para kompetitor meningkat, tapi kami tidak mampu memperbaiki apapun sejak saya bergabung dengan Yamaha. Kami bahkan semakin buruk," ujar Vinales dikutip dari AS.
Pernyataan Vinales di atas justru bisa membuat kondisi dalam tim Yamaha memburuk. Padahal Yamaha masih memiliki potensi untuk merebut gelar juara dunia MotoGP 2019, meski peluangnya cukup kecil.
Targat di atas bisa diraih dengan catatan Yamaha harus segera memperbaiki M1, tidak melakukan kesalahan di setiap seri, dan sambil berharap Marquez tidak dinaungi Dewi Fortuna. (har/sry)
Valentino Rossi baru mengoleksi 72 poin dari tujuh balapan. (LLUIS GENE / AFP)
Yamaha M1 dianggap masih bermasalah di MotoGP 2019. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)