Argentina dan Inggris beradu di perempat final Piala Dunia 1986. Babak pertama berakhir tanpa gol. Maradona sadar bahwa ia harus melakukan sesuatu untuk membawa timnya unggul. Namun, penjagaan ketat oleh bek-bek Inggris membuatnya kesulitan menggetarkan gawang lawan.
Lihat juga:Persela vs Persija Berakhir Imbang |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maradona ada di tempat yang tepat. Namun Peter Shilton yang memiliki keunggulan tinggi badan hampir 20 cm dari Maradona tentu lebih diunggulkan. Belum lagi ia berhak menggunakan tangan.
Nama Diego Maradona masih dihormati di Argentina hingga saat ini. (REUTERS/Sergio Perez) |
"Itu pasti tangan Tuhan," kata Maradona ketika ditanya media soal gol tersebut.
Belum reda kekesalan Inggris oleh aksi Maradona, empat menit berselang lini pertahanan Inggris benar-benar jadi bulan-bulanan di kaki Maradona.
Diego Maradona selalu masuk dalam kandidat pemain terbaik sepanjang masa, bersaing ketat dengan Pele dari Brasil. (REUTERS/Dylan Martinez) |
Gol kedua Maradona ke gawang Inggris ini sering disebut sebagai gol solo terbaik. Status itu akhirnya sah menjadi milik gol tersebut dengan predikat 'goal of the century' yang diresmikan pada tahun 2002.
22 Juni 2019, gol tangan tuhan Maradona dan 'goal of the century' tepat berusia 33 tahun. Nama Maradona masih harum dan wangi hingga saat ini.
Lihat juga:3 Syarat Barcelona Terima Neymar |
Trofi Piala Dunia 1986 adalah wajah utama Maradona. Namun alasan lain yang membuat nama Maradona makin melegenda adalah karena ia mampu menciptakan dua gol bersejarah dan abadi dalam satu pertandingan yang sama, sesuatu yang mungkin hanya bisa dilakukan oleh Maradona. (ptr)
Nama Diego Maradona masih dihormati di Argentina hingga saat ini. (REUTERS/Sergio Perez)
Diego Maradona selalu masuk dalam kandidat pemain terbaik sepanjang masa, bersaing ketat dengan Pele dari Brasil. (REUTERS/Dylan Martinez)