ANALISIS

MotoGP 2019 Sudah 'Berakhir' di Jerman

Bowie Haryanto, CNN Indonesia | Jumat, 05/07/2019 08:45 WIB
MotoGP 2019 Sudah 'Berakhir' di Jerman Peluang Marc Marquez juara makin terbuka lebar bila juara di MotoGP Jerman. (REUTERS/Piroschka Van De Wouw)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jika ada pebalap yang harus dikalahkan di MotoGP Jerman 2019, Minggu (7/7), pebalap itu adalah Marc Marquez. Jika tidak kalah, maka lebih baik pihak MotoGP memberi gelar juara dunia MotoGP 2019 kepada Marquez di Sirkuit Sachsenring.

Pada akhir musim lalu muncul anggapan Marquez membuat persaingan gelar juara dunia MotoGP menjadi tidak menarik. Hal itu dikarenakan Marquez menjadi juara dunia di MotoGP Jepang, atau saat musim masih menyisakan tiga seri.

Itu adalah kali ketiga Marquez memastikan gelar juara dunia MotoGP di Sirkuit Motegi, Jepang, saat musim masih tersisa tiga balapan. Marquez juga melakukannya pada 2016 serta 2014.


Awal musim ini banyak pihak yang memprediksi Marquez akan mendapat persaingan yang ketat, terutama setelah Andrea Dovizioso dan Alex Rins berhasil juga mampu meraih kemenangan di tiga seri awal. Terlebih Marquez gagal finis di MotoGP Amerika Serikat, seri yang selalu dimenanginya sejak promosi ke MotoGP pada 2013.

Namun, cerita dalam beberapa musim terakhir kembali terulang. Kecuali pada musim 2015 ketika Jorge Lorenzo menjadi juara dunia, Marquez kembali menjadi pebalap paling konsisten penampilannya.

Jorge Lorenzo tampil tak konsisten di MotoGP 2019.Jorge Lorenzo tampil tak konsisten di MotoGP 2019. (REUTERS/Panoramic/Vincent Guignet)
Setelah melakukan kesalahan di MotoGP Amerika Serikat, Marquez kemudian meraih dua kemenangan beruntun di Spanyol dan Prancis, finis kedua di Italia, menang di Catalunya, dan finis kedua di Belanda.

Secara keseluruhan tanpa kesalahan di MotoGP AS, Marquez selalu finis pertama atau kedua di MotoGP 2019. Kondisi itu membuat The Baby Alien bisa memiliki keunggulan 44 poin atas Dovizioso memasuki balapan MotoGP Jerman yang merupakan seri terakhir sebelum memasuki jeda paruh musim.

Andai tidak terjatuh ketika memimpin MotoGP AS, Marquez saat ini sudah unggul 69 poin di puncak klasemen sementara MotoGP 2019. Menariknya, dengan kesalahan di Sirkuit Austin pun Marquez tetap unggul jauh di puncak klasemen.

MotoGP 2019 Sudah 'Berakhir' di Jerman

Kecuali musim 2014 yang merupakan musim fenomenal Marquez dengan menyapu kemenangan di sepuluh seri awal, jarak 44 poin merupakan keunggulan terbesar yang dimiliki Marquez jelang paruh musim atau MotoGP Jerman ketika menjadi juara dunia.

Pada musim 2018, Marquez unggul 41 poin atas Valentino Rossi jelang MotoGP Jerman. Pada 2017 Marquez ada di posisi keempat tertinggal 11 poin dari Dovizioso, tapi kemudian menjadi juara paruh musim usai MotoGP Jerman dengan keunggulan lima poin atas Vinales.

Pada musim 2016, Marquez unggul 24 poin atas Jorge Lorenzo jelang balapan di Sachsenring. Sementara pada musim 2013 Marquez ada di posisi tiga jelang MotoGP Jerman dengan 113 poin, tertinggal 23 poin dari Dani Pedrosa.

Marc Marquez berada di puncak klasemen MotoGP 2019.Marc Marquez berada di puncak klasemen MotoGP 2019. (REUTERS/Piroschka Van De Wouw)
Dengan 275 poin tersisa yang masih bisa direbut musim ini, persaingan menjadi juara dunia MotoGP 2019 memang masih terbuka lebar. Tapi dengan konsistensi sekaligus keberuntungan yang didapat Marquez musim ini, lebih baik menyerahkan gelar juara dunia MotoGP 2019 kepada The Baby Alien di Sachsenring akhir pekan ini.

Marquez merupakan penguasa Sachsenring dalam sembilan musim terakhir, termasuk enam musim terakhir di MotoGP. Rekor itu membuat Marquez kembali difavoritkan menjadi pemenang di MotoGP Jerman 2019. Jika itu yang terjadi, peluang terbaik Marquez adalah memasuki paruh musim dengan keunggulan 49 poin atas Dovizioso, dengan catatan pebalap Ducati itu finis kedua di Sachsenring.

Dengan keunggulan 49 poin memasuki paruh kedua, Marquez hampir pasti akan sulit dikejar di puncak klasemen seperti yang sudah-sudah terjadi. Terlebih hingga kini para rival Marquez tidak juga menampilkan penampilan konsisten.

Valentino Rossi tiga kali gagal finis di MotoGP 2019.Valentino Rossi tiga kali gagal finis di MotoGP 2019. (Claudio Giovannini/ANSA via AP)
Salah satu keuntungan yang didapat Marquez musim ini adalah: Para rival selalu melakukan kesalahan dan tidak beruntung. Rossi contohnya. Rossi tiga kali gagal finis secara beruntun di Italia, Catalunya, dan Belanda karena masalah mesin dan tidak beruntung ditabrak Lorenzo.

Rins beberapa kali melakukan blunder, terakhir gagal finis di Belanda saat sedang memimpin balapan. Vinales sudah tiga kali gagal finis karena tidak beruntung sebelum bisa meraih kemenangan di Assen.

Praktis hanya Dovizioso yang terbilang rival yang konsistensinya mendekati Marquez. Tapi, pebalap Ducati itu selalu kesulitan di trek-trek yang tidak cocok dengan Desmosedici, termasuk di Belanda ketika dia hanya finis keempat setelah start dari posisi 11.

Tidak dipungkiri lagi Marquez pebalap yang lebih lengkap untuk menjadi juara dunia MotoGP 2019. Selain kompetitif sebagai pebalap, Marquez juga didukung sepeda motor Honda yang juga kompetitif. Tapi, setidaknya para rival bisa memberi tekanan kepada Marquez dan membuat persaingan di MotoGP menjadi lebih menarik. Bukan malah membiarkan Marquez sudah 'merebut' gelar saat paruh musim.

MotoGP Jerman yang akan digelar di Sirkuit Sachsenring pada Minggu (7/7) bisa disaksikan melalui live streaming di situs CNNIndonesia.com. (jun)