Rossi saat ini sudah 40 tahun dan telah menandatangani kontrak dengan Yamaha untuk balapan hingga musim MotoGP 2020. The Doctor menyatakan bahwa keputusan untuk pensiun bakal datang berdasarkan perasaan yang ia dapat di lintasan.
Lihat juga:Rossi: Saya Melambat Bukan Karena Usia |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Valentino Rossi kesulitan bersaing dengan Marc Marquez di MotoGP 2019. (LLUIS GENE / AFP) |
"Sepuluh tahun lalu, saya membuat keputusan. Saya bisa pensiun sebagai pemenang atau melanjutkan balapan karena gairah saya sangat besar. Saya bangga dengan keputusan yang telah saya buat," tutur Rossi.
Sejak jadi juara dunia MotoGP pada 2009, The Doctor tidak lagi pernah merasakan gelar juara dunia. Khusus untuk kemenangan seri, Rossi terakhir kali jadi pemenang seri adalah pada MotoGP Belanda 2017.
Valentino Rossi menyatakan motivasi dalam dirinya masih tinggi. (Tobias SCHWARZ / AFP) |
"Apakah saya berpikir tidak bisa meraih kemenangan lagi? Saya sudah memenangkan 80 seri MotoGP. Saya akan mengatakan hasil itu bukanlah hasil buruk, dan saya akan baik-baik saja," kata Rossi.
The Doctor memberikan jaminan bahwa motivasi dan hasratnya masih sangat tinggi di lintasan. Karena itu, kegagalan Rossi menyaingi Marquez bukan disebabkan faktor dalam dirinya.
Rossi menyebut kecepatan motornya lebih lambat tahun ini sehingga ia tak bisa bersaing di baris depan. Khusus untuk MotoGP Jerman, The Doctor menyebut motor miliknya lebih lambat 20 detik dibandingkan tahun lalu.
Lihat juga:Persija vs Persib Resmi Dapat Izin di SUGBK |
Valentino Rossi kesulitan bersaing dengan Marc Marquez di MotoGP 2019. (LLUIS GENE / AFP)
Valentino Rossi menyatakan motivasi dalam dirinya masih tinggi. (Tobias SCHWARZ / AFP)