Penggalan lirik 'dibunuh saja' memang sering dinyanyikan segelintir suporter sepak bola di Indonesia, termasuk Jakmania dan Viking. Chant tersebut biasanya ditujukan kepada suporter rival.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nyanyian ujaran kebencian lumrah dikumandangkan segelintir suporter sepak bola Indonesia. (CNN Indonesia/Safir Makki) |
Ferry mengatakan telah memulai kampanye anti lagu ujaran kebencian kepada anggotanya. Kemudian diformulasikan kembali bersama Heru dan teman-teman Bobotoh yang sepakat untuk menolak chant Dibunuh Saja menggema di stadion.
"Kami pelan-pelan dalam prosesnya. Masing-masing menggodok peraturan supaya tidak boleh ada nyanyian rasis lagi di stadion. Dari situ pelan-pelan mulai menghilang. Biarkan luka itu mengering, kalau dikorek lagi dengan lagu kebencian nanti tidak sembuh-sembuh. Kalau sudah kering nanti kita rembukan lagi, bagaimana langkah selanjutnya," ujar Ferry.
Duel Persija Jakarta vs Persib Bandung panas karena gengsi suporter. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono) |
"Tidak ada yang tahu selain Allah [kapan permusuhan ini berakhir]. Allah yang tahu segalanya, yang penting kami berusaha saja. Jangan ada paksaan atau bentuk perdamaian yang diatur-atur," terangnya.
Sebab itu juga, Ferry mengaku menolak undangan kementerian maupun pihak lain yang berusaha untuk mendamaikan Jakmania dan Bobotoh.
Sejak 2017, setiap Ferry ke Bandung selalu diterima sengan baik oleh Heru dan Yana. Termasuk ketika proses pengaduan PP Jakmania atas meninggalnya Haringga Sirla usai dikeroyok oknum Bobotoh di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, 23 September 2018, di mana Heru datang untuk mendampingi Ferry ke Polda Jawa Barat.
Ferry juga sadar kehadirannya ke Bandung mendapat pro-kontra dari Bobotoh maupun Viking. Namun, ia menganggap itu sebagai kewajaran karena perseteruan kelompok suporter ini sudah mengakar lama.
Pentolan The jakmania Ferry Indrasjarief dan dedengkot Viking Heru Joko mengunjungi korban pengeroyokan suporter. (Screenshoot via Instagram/@explorepersib) |
"Waktu itu Heru datang sama Farhan dan anggota Viking yang lain ke Jakarta. Saya jemput di Stasiun Gambir dan saya ajak ke Kantor Persija saat masih dipimpin Pak Gede. Waktu itu kami jamu, saya mau menunjukkan kedekatan kami dengan manajemen ke Viking," tutur Ferry.
Ferry berharap suatu saat nanti The Jakmania dan Bobotoh maupun Viking bisa berada di satu tribune yang sama menyanyikan lantang dukungan buat tim kebangaan masing-masing tanpa terbesit lagi kata permusuhan di antara keduanya.
Terpisah, pentolan Viking, Heru Joko meyakini kalau sampai saat ini usaha rekonsiliasi perdamaian terus dilakukan. Salah satunya dengan memulai perdamaian dari level atas petinggi-petinggi kedua suporter.
"Awalnya di level atas dulu sudah adem. Kami terus usaha untuk menyudahi ini semua. Banyak cara yang kami lakukan, tapi karena kesibukan jadi memang tidak bisa cepat dan terus-menerus," ujarnya.
Fan Persib Bandung juga memiliki basis suporter yang besar. (CNNIndonesia/Safir Makki) |
Upaya kampanye menghapus nyanyian kebencian juga sudah dilakukan Heru kepada anggotanya. Ia sering berdialog dengan Viking berbagai distrik untuk menyosialisasikan penghapusan lagu kebencian.
"Butuh proses [untuk berdamai]. Kalau semua bersatu, bekerja keras dengan niat yang sama, mau damai, mungkin usaha ini bisa cepat berhasil," ujar Heru. (jun/ttf)
Nyanyian ujaran kebencian lumrah dikumandangkan segelintir suporter sepak bola Indonesia. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Duel Persija Jakarta vs Persib Bandung panas karena gengsi suporter. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono)
Pentolan The jakmania Ferry Indrasjarief dan dedengkot Viking Heru Joko mengunjungi korban pengeroyokan suporter. (Screenshoot via Instagram/@explorepersib)
Fan Persib Bandung juga memiliki basis suporter yang besar. (CNNIndonesia/Safir Makki)