ANALISIS

El Clasico yang Ramai Lagi

bac, CNN Indonesia | Rabu, 17/07/2019 09:03 WIB
El Clasico yang Ramai Lagi Luka Jovic didatangkan dari Frankfurt ke Real Madrid. (REUTERS/Susana Vera)
Jakarta, CNN Indonesia -- Laga El Clasico antara dua titan Spanyol Barcelona vs Real Madrid sempat hambar musim lalu.

Sepeninggal Cristiano Ronaldo dari Madrid ke Juventus, Blaugrana tampak dominan. Kondisi itu membuat daya tarik La Liga Spanyol dan turnamen domestik lainnya berkurang.

Kondisinya jauh berbeda dengan Liga Primer Inggris yang ramai menarik perhatian pasang mata. El Clasico yang hanya bertensi 'suam-suam kuku' menambah hambar kompetisi domestik di Spanyol.


Kepergian Ronaldo rupanya cukup berpengaruh terhadap persaingan di kompetisi tanah 'Matador' tersebut. Barcelona terutama Lionel Messi, kehilangan 'musuh alami' dalam 'habitat' mereka.

Kehilangan Ronaldo tak membuat sejumlah penyerang Madrid tampil lebih baik. Sebaliknya, Vinicius Junior, apalagi Gareth Bale malah tampil melempem.

Hanya Karim Benzema yang sedikit lebih baik, mulai mengembalikan ketajamannya tanpa CR7.

Karim Benzema mendapat rekan baru di lini depan Madrid: Luka Jovic dan Eden Hazard. (Karim Benzema mendapat rekan baru di lini depan Madrid: Luka Jovic dan Eden Hazard. (Foto: REUTERS/Susana Vera)
Benzema mengemas 21 gol di Liga Spanyol. Namun, hal itu belum cukup mengangkat Madrid yang hanya finis di peringkat ketiga. Los Merengues pun mulai menuai kritik karena dianggap gagal mendatangkan bintang yang dinilai sepadan dengan Ronaldo.

Vinicius Jr yang didatangkan dari Flamengo pada Juli 2018 tak banyak membantu mereka.

Presiden Madrid Florentino Perez tak mau ambil risiko. Demi mengamankan posisinya, dia mulai membelanjakan banyak uang untuk membeli sejumlah pemain bintang dan rising star untuk musim ini.

Langkah pertama adalah dengan merangkul kembali Zinedine Zidane yang sempat meninggalkan kursi pelatih Madrid. Perez memilih mengalah dan berdamai dengan mantan gelandang Los Blancos tersebut. Mereka diisukan sempat cekcok.

Zidane dipercaya mampu menjadi magnet bagi sejumlah pemain bintang karena memiliki karisma. Zizou dinilai bukan lagi sekadar pelatih. Dia ibarat Raja Midas yang mampu mengubah sesuatu menjadi emas.

El Clasico Berpotensi Ramai Lagi
Selama menangani Madrid, ia mampu mempersembahkan tiga trofi Liga Champions. Sang pelatih pun berikrar untuk mengembalikan nama besar Madrid di Liga Spanyol dan berjanji akan mendatangkan sejumlah pemain top.

Madrid langsung gerak cepat dengan mendatangkan lima pemain total senilai 333 juta euro atau setara Rp5,2 triliun.

Pembelian pertama mereka adalah Rodrygo Goes. Penyerang asal Brasil itu direkrut dari Santos dengan nilai transfer sebesar 40 juta euro (Rp626 miliar). Pemain 18 tahun itu diyakini bakal menjadi rising star di Los Blancos.

Berikutnya ada nama bek tengah Eder Militao yang didatangkan Madrid dari Porto. Los Merengues juga menggaet penyerang yang disebut-sebut sebagai salah satu calon bintang dunia, Luka Jovic dari Eintracht Frankfurt dengan nilai transfer 60 juta euro (Rp939 miliar).

Madrid juga membeli bek kiri Olympic Lyon, Ferland Mendy, dengan nilai transfer 48 juta euro (Rp751 miliar).

Mendy diplot untuk menggantikan posisi Marcelo di sektor tersebut. Bek asal Brasil tersebut dinilai tak lagi dalam performanya.

Pembelian termahal adalah dengan mendatangkan Eden Hazard dari Chelsea. Madrid harus merogoh kocek hingga 100 juta euro (Rp1,5 triliun). Dengan angka tersebut, Hazard berstatus transfer bintang di Madrid.

Eden Hazard dipercaya mampu mendongkrak daya dobrak Madrid di lini depan. (Eden Hazard dipercaya mampu mendongkrak daya dobrak Madrid di lini depan. (Foto: REUTERS/Sergio Perez)
Keinginan Hazard untuk merapat ke Madrid juga tak lain karena lobi Zidane. Sang pemain ingin dilatih dengan idolanya sejak kecil.

Bukan hanya Hazard yang kepincut. Paul Pogba juga amat tertarik bermain bersama skuat arahan Zidane. Namun, Manchester United tampaknya belum mau melepas pemainnya itu musim depan.

Tak sampai di situ, Madrid juga 'membajak' rising star dari Jepang, Takefusa Kubo, yang notabene salah satu lulusan akademi Barcelona La Masia. Pemain berjulukan 'Messi Jepang' itu bahkan berpeluang diplot di tim senior Los Merengues.

Barcelona merespons dengan ikut menambah amunisi skuat mereka. Frenkie de Jong yang bersinar bersama Ajax Amsterdam di Liga Champions, buru-buru 'diangkut' Blaugrana dengan nilai transfer 75 juta euro (Rp1,1 triliun).

Gelandang 22 tahun itu diplot untuk berduet dengan Sergio Busquets dan Ivan Rakitic di lini tengah. Busquets dan Rakitic sudah melewati usia terbaik mereka dan butuh 'darah muda' di sektor tersebut.

Tak sampai di situ. Azulgrana menggaet bintang Atletico Madrid, Antoine Griezmann, di klub mereka. Total 120 juta euro (Rp1,8 triliun) dana yang mereka gelontorkan untuk mendapatkan tanda tangan pemain timnas Prancis itu.

Antoine Griezmann resmi merapat bersama Barcelona. (Antoine Griezmann resmi merapat bersama Barcelona. (REUTERS/Albert Gea)
Barcelona dari jauh-jauh hari sebenarnya mengincar Neymar untuk membawa kembali penyerang itu dari Paris Saint-Germain (PSG). Sang pemain juga sudah mulai rewel untuk kembali ke Blaugrana. Namun, PSG tetap tak akan melepaskannya.

Sulit mengembalikan Neymar, Barcelona masih bisa mendatangkan Griezmann. Kehadiran pemain timnas Prancis itu dinilai cukup membuat lini depan Barca lebih menyeramkan.

Kehadiran Griezmann akan menciptakan kekuatan baru di Barcelona bersama dengan Messi dan Luis Suarez di lini depan. Ya, trio MSG siap mengobrak-abrik pertahanan tim-tim lawan.

Di kubu Madrid, keberadaan Jovic dan Hazard juga akan menambah daya ledak tim itu di lini tengah bersama dengan Karim Benzema.

Masing-masing klub memang harus menggelontorkan dana hingga setara triliunan rupiah demi menambah amunisi musim depan. Namun, mereka sadar betul gengsi El Clasico harus dijaga dengan baik di antara dua rival tersebut. (har)