Blaugrana sempat menjadi kandidat kuat mendatangkan bek 19 tahun itu dari Ajax Amsterdam. Awalnya nama De Ligt bakal didatangkan sepaket dengan gelandang Die Godenzonen, Frenkie de Jong, ke klub Catalunya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Faktor Gaji
Barcelona menganggap De Ligt meminta gaji terlalu tinggi. (Action Images via Reuters/Matthew Childs) |
Selain gaji yang terlalu tinggi, komisi Raiola selaku agen juga dinilai klub tidak masuk akal. Terlebih, Raiola selalu menginginkan komisi dari bayaran transfer. Sementara Barca enggan membayar jumlah komisi yang dianggapnya terlalu besar.
3. Bek Belum Terlalu Mendesak
Blaugrana juga menilai belum terlalu mendesak untuk mendatangkan bek. Mereka masih memiliki Gerard Pique, Clement Lenglet, Samuel Umtiti, dan Jean-Clair Todibo di lini belakang. Lantaran stok bek masih banyak, Barca juga enggan keluar uang banyak hanya untuk seorang De Ligt.
Baru 19 tahun, De Ligt dinilai klub masih butuh perbaikan untuk meningkatkan kemampuan mereka sebagai bek tangguh. Kendati sukses ikut membawa Ajax ke semifinal Liga Champions 2018/2019, kemampuannya dianggap belum begitu teruji.
5. Persoalan Hasrat
De Ligt disebut-sebut kurang berhasrat untuk bergabung bersama Barca. Berbeda dengan mantan rekannya di Ajax, De Jong, yang amat antusias hijrah ke Blaugrana.
Frenkie de Jong memilih Barcelona, sedangkan De Ligt bakal ke Juventus. (Foto: GABRIEL BOUYS / AFP) |
Barcelona juga diklaim masih berharap agar Neymar bisa kembali klub tersebut dari Paris Saint-Germain. Untuk itu, Azulgrana masih ingin menyimpan dana ekstra demi kemungkinan mantan bintangnya 'pulang' ke Camp Nou.
7. Kegigihan Juventus
Si Nyonya Tua dianggap lebih gigih ketimbang Blaugrana untuk mendatangkan De Ligt. Juve bahkan disebut-sebut klub pertama yang mendekati sang pemain. (bac/jun)
Barcelona menganggap De Ligt meminta gaji terlalu tinggi. (Action Images via Reuters/Matthew Childs)
Frenkie de Jong memilih Barcelona, sedangkan De Ligt bakal ke Juventus. (Foto: GABRIEL BOUYS / AFP)