Teriakan 'Eea-Huu' menjadi sebuah ciri khas dalam pertandingan badminton yang berlangsung di Indonesia, termasuk Indonesia Open. 'Eea' dipekikan untuk pemain Indonesia yang akan memukul bola, sedangkan 'Huu' diperuntukkan bagi lawan yang berasal dari luar negeri.
Lihat juga:Jadwal Indonesia Open 2019 di Perempat Final |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berkat dukungan tersebut, Sindhu melewati adangan Blichfeldt pada babak 16 besar dengan skor 21-14, 17-21, dan 21-11 dalam permainan berdurasi satu jam dua menit.
Pebulutangkis luar negeri mendapat 'teror' dari penonton tuan rumah tiap kali berlaga di Indonesia Open. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A) |
"Saya memandang kebisingan yang dihasilkan ini dengan positif ya, karena itulah energi yang mereka keluarkan. Anda harus menyesuaikan diri. tapi di sisi lain harus tetap fokus," katanya menambahkan.
Berbeda dengan Sindhu, ganda putra Jepang Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe harus rela mendapat banyak sorakan 'Huu' dari suporter Indonesia. Pasalnya, Endo/Watanabe berhadapan dengan pasangan tuan rumah, Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira/Ade Yusuf Santoso.
Meski begitu, Endo/Watanabe berhasil keluar dari tekanan dan mengalahkan Wahyu/Ade dengan skor 21-17, 16-21, dan 21-17 dalam satu jam 24 menit pada babak 16 besar.
"Saya suka suasana yang heboh dalam bertanding, jadi itu bukan masalah," tambah Watanabe.
Senada dengan Endo/Watanabe, ganda putri China Chen Qingchen/Jia Yifan pun berhasil mengalahkan pasangan Indonesia, Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta di bawah tekanan suporter tuan rumah.
"Kami merasa lebih nyaman bermain dengan penonton yang banyak, itu membuat kami semakin bertenaga lagi kalau melakukan pukulan smash," ujar Chen. (nva/ptr)
Pebulutangkis luar negeri mendapat 'teror' dari penonton tuan rumah tiap kali berlaga di Indonesia Open. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)