Taufik Hidayat, dari Arena Badminton ke Gedung KPK

CNN Indonesia | Kamis, 01/08/2019 12:29 WIB
Taufik Hidayat pernah bersinar di arena badminton dunia dan kini berurusan dengan KPK sebagai salah satu saksi. Taufik Hidayat pensiun sebagai atlet badminton pada Juni 2013. (ADEK BERRY / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan tunggal putra Indonesia, Taufik Hidayat, memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis (1/8). Pria 37 tahun tersebut termasuk salah satu pemain badminton Indonesia terbaik sepanjang masa.

Hanya ada dua medali emas Olimpiade di kategori tunggal putra yang berhasil diraih Indonesia sejak 1992. Medali pertama diraih Alan Budikusuma pada 1992, lalu 12 tahun kemudian diraih Taufik.

Taufik meraih medali emas Olimpiade 2004 di Athena, Yunani. Ia mengalahkan pebulutangkis Korea Selatan, Shon Seung-mo, dengan skor 15-8 dan 15-7.


Dua tahun setelah meraih prestasi tertinggi di dunia olahraga, Taufik menikah dengan putri purnawirawan Tentara Nasional Indonesia Agum Gumelar, Ami Gumelar, pada 4 Februari 2006. Dengan Ami, Taufik dikaruniai dua orang buah hati.

Taufik Hidayat pernah bekerja di Kemenpora sejak 2016 hingga 2018. (Taufik Hidayat pernah bekerja di Kemenpora sejak 2016 hingga 2018. (Foto: CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama)
Taufik pensiun dari dunia bulutangkis pada Juni 2013. Selama menjadi atlet, ia mencatat sejumlah prestasi bergengsi selain olimpiade seperti satu medali emas di Kejuaraan Dunia di Anaheim pada 2005, dua medali emas Piala Thomas (Kuala Lumpur-2000, Guangzhou-2002), tiga medali emas Asian Games (Bangkok-1998, Busan-2002, Doha-2006), tiga kejuaraan Asia (Jakarta-2000, Kuala Lumpur-2004, Johor Bahru-2007), lima medali emas SEA Games, dan satu medali emas Kejuaraan Junior Asia di Manila pada 1997.

Di luar bulutangkis, Taufik mencoba dunia baru dengan sebagai Staf Khusus Bidang Komunikasi dan Kemitraan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) pada November 2016. Ia bergabung dengan Kemenpora RI lantaran ingin menjembatani komunikasi antara Kemenpora dan para pelaku olahraga karena selama ini menurutnya melihat masih ada kendala.

Ia bekerja di Kemenpora RI hingga 2018 sesuai dengan masa kerjanya selama dua tahun. Setelah tidak lagi bergabung, Taufik dipanggil KPK. Ia tiba di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, sekitar pukul 10.00 WIB.

Taufik Hidayat, dari Arena Badminton ke Gedung KPK
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Taufik diperiksa dalam kasus suap di Kemenpora. (map/bac)