Trofi yang 'Hilang' dari Lemari Taufik Hidayat

CNN Indonesia | Kamis, 01/08/2019 15:15 WIB
Prestasi Taufik Hidayat di pentas badminton nyaris sempurna. Taufik tercatat hanya 'kehilangan' dua gelar bergengsi, All England dan Piala Sudirman. Hanya dua gelar bergengsi yang tak pernah diraih Taufik Hidayat. (TENGKU BAHAR / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Prestasi Taufik Hidayat di pentas badminton nyaris sempurna. Taufik tercatat hanya 'kehilangan' dua gelar bergengsi, All England dan Piala Sudirman.

Tetapi, saat ini Taufik Hidayat harus berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Taufik diperiksa KPK pada Kamis (1/8) sebagai saksi kasus suap dana hibah Kemenpora RI.

Taufik Hidayat tercatat sebagai salah satu tunggal putra terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Beragam gelar berkelas didapat pria kelahiran Bandung tersebut.


Dari level Asia Tenggara, Taufik Hidayat mengoleksi lima medali emas, ditambah tiga emas Asian Games. Puncaknya, Taufik Hidayat mendapatkan medali emas Olimpiade Athena pada 2004.

Sejumlah ajang BWF Super Series juga pernah diakhiri Taufik dengan gelar juara. Untuk Kejuaraan Dunia, prestasi terbaik Taufik juara di edisi 2005.

Medali emas Olimpiade 2004 jadi prestasi tertinggi Taufik Hidayat.Medali emas Olimpiade 2004 jadi prestasi tertinggi Taufik Hidayat. (AFP PHOTO/GOH CHAI HIN)
Selain di nomor individu, Taufik juga membantu tim Indonesia meraih dua kali Piala Thomas pada 2000 dan 2002. Prestasi itu merupakan Piala Thomas Terakhir yang pernah diraih Indonesia sampai dengan saat ini.

Kendati demikian, dari sederet pencapaian gemilang Taufik Hidayat, sejumlah ajang bergengsi nyatanya belum pernah 'ditaklukkan' pria 37 tahun tersebut.

Sampai dengan menyatakan gantung raket pada Agustus 2012 silam, Taufik Hidayat tercatat belum pernah meraih juara di All England dan Piala Sudirman.

All England merupakan turnamen badminton tertua di dunia. Atlet badminton Indonesia dari berbagai nomor pernah juara di All England.

Di nomor tunggal putra, atlet badminton yang pernah mencicipi juara di All England adalah: Tan Joe Hok, Rudy Hartono, Liem Swie King, Ardy B Wiranata, dan Haryanto Arbi.

Dua Gelar yang Tak Diraih Taufik Hidayat
Rudy Hartono adalah peraih juara tunggal putra terbanyak untuk Indonesia, 8 gelar juara. Sementara Haryanto Arbi peraih juara terakhir tunggal putra Indonesia di All England.

Dalam kariernya Taufik Hidayat 10 kali mengikuti All England. Pencapaian terbaiknya adalah runner-up di tahun 1999 dan 2000. Pada 1999 Taufik kalah dari Peter Gade, sedangkan di tahun berikutnya takluk dari Xia Xuanze.

Sementara itu, di ajang Piala Sudirman Taufik lima kali berpartisipasi di tim Indonesia. Pencapaian terbaiknya hanyalah medali perak tahun 2001, 2005, dan 2007.

Indonesia hanya sekali juara Piala Sudirman, yaitu pada 1989 saat ajang ini untuk kali pertama digelar di Jakarta. Total tim Indonesia tujuh kali ke final Piala Sudirman, namun enam di antaranya hanya sebagai runner-up. (sry/bac)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK