Polisi Metropolitan Seoul sedang menyelidiki adanya dugaan melanggar hukum setelah Cristiano Ronaldo tak bermain melawan K-League All Star. Absennya pemain berjuluk CR7 itu mengecewakan suporter.
Oh Seok-hyun, seorang pengacara di L.K.B & Partners, mengajukan laporan kepada kepada polisi soal penipuan yang dilakukan Ronaldo dan timnya Juventus serta TheFasta, agen yang mengatur pertandingan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika kami tidak dapat menemukan bukti penipuan yang disengaja, kasus penipuan ini tidak dapat dibuat, dan polisi tidak bisa campur tangan karena itu akan menjadi kasus perdata," ujar seorang perwira polisi dikutip dari Chosun.
Cristiano Ronaldo tidak bermain lawan K-League All Star usai dapat saran dari tim medis Juventus. (REUTERS/Juan Medina) |
Meski demikian, langkah menggunakan Interpol terlihat tidak proporsional, karena Interpol hanya terlibat dalam kejahatan yang membawa hukuman lebih dari setahun di penjara.
Dalam masalah ini Liga sepak bola Korea Selatan atau K-League mengklaim Juventus meremehkan negara Korea Selatan. Pasalnya, Bianconeri enggan meminta maaf soal absennya Ronaldo.
"Namun, balasan Juventus tidak menawarkan permintaan maaf apa pun juga tidak menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi hari itu," K-League menambahkan.
Selain itu K-League juga menilai Juventus berbohong. Menurut K-League, tim asuhan Maurizio Sarri mengaku butuh 1 jam 50 menit untuk keluar dari bandara. Tapi bagi K-League waktu yang dibutuhkan hanya 26 menit termasuk melewati imigrasi.
"Sangat jelas mengatakan bahwa klub tersebut meremehkan Korea Selatan dan mengabaikan situasi saat ini [yang] berasal dari sikap dan perilaku Juventus yang tidak bertanggung jawab, termasuk ketidakhadiran Ronaldo," tutur K-League. (sry/jal)
Cristiano Ronaldo tidak bermain lawan K-League All Star usai dapat saran dari tim medis Juventus. (REUTERS/Juan Medina)