Atlet balap kursi roda, Jaenal Aripin, merasakan gempa Banten saat ia sedang melaksanakan salat pada Jumat (3/8) malam. Saat gempa berlangsung, ia sedang ada di Solo untuk pemusatan latihan nasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kisah lain diceritakan oleh pelari cepat, Hendro Yap yang sedang berkumpul bersama rekan-rekan atlet lainnya saat gempa terjadi. Momen gempa tersebut membuat pengunjung di kafe tersebut menjadi panik.
Hendro Yap kabur keluar kafe saat gempa terjadi. (CNNIndonesia.com/M Arby Rahmat Putratama H) |
Sementara atlet angkat besi Triyatno mengaku tidak merasakan gempa karena sedang menjalani beraktivitas di Jakarta. Akan tetapi, ia mendapat telepon dari anak dan istri yang tinggal di Serang.
"Istri sama anak-anakku panik karena gempa. Tapi Alhamdulillah tidak terjadi apa-apa, ini sekarang saya mau pulang ke Serang. Rumah saya di Serang," ucap peraih medali perak Olimpiade 2012 London itu.
Sedangkan mantan juara silat Asia Tenggara, Marina Segedi, sedang menyetir mobil menuju rumah duka untuk melayat teman yang meninggal. "Pas macet di daerah Pondok Kopi, terasa sekali gempanya. Semoga Tuhan selalu melindungi kita semua," katanya.
Hingga berita ini dibuat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada satu orang meninggal dunia dalam kejadian tersebut. Pelaksana Harian (Plh) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Agus Wibowo juga menyebut ada lebih daŕi seribu orang di Banten dan Lampung mengungsi akibat peristiwa itu.
Hendro Yap kabur keluar kafe saat gempa terjadi. (CNNIndonesia.com/M Arby Rahmat Putratama H)