Diperiksa Polisi, Duo Arsenal Absen di Laga Perdana
CNN Indonesia
Sabtu, 10 Agu 2019 14:46 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Arsenal dipastikan tanpa Mesut Ozil dan Sead Kolasinac dalam lawatan ke markas Newcastle United pada laga perdana Premier League, Minggu (11/8). Kedua bintang The Gunners tersebut harus menjalani pemeriksaan polisi terkait kasus perampokan, beberapa pekan lalu.
Ozil dan Kolasinac menjadi target perampok bersenjata pisau di Golders Green, London Utara, Kamis (25/7). Beruntung keduanya lolos dari percobaan perampokan tersebut.
Dalam video yang viral di media sosial, kedua pria tersebut terlihat mengacungkan pisau ke arah Kolasinac. Namun, Kolasinac tidak pasrah begitu saja dan mencoba melakukan perlawanan.
Kini, polisi meminta keterangan Ozil dan Kolasinac untuk keperluan proses penyelidikan. Keduanya pun mendapat izin untuk absen di laga perdana Arsenal.
"Mesut Ozil dan Sead Kolasinac tidak akan menjadi bagian dari skuat untuk pertandingan pembuka melawan Newcastle United menyusul insiden keamanan lebih lanjut yang tengah diselidiki polisi," bunyi pernyataan Arsenal.
Arsenal bersedia bekerja sama dengan polisi untuk menjaga keamanan para pemain dan keluarga. "Kami bekerja sama dengan polisi dan memberi para pemain serta keluarga mereka dukungan penuh," lanjut Arsenal.
Ozil dan Kolasinac bukan pesepakbola pertama yang menjadi korban aksi kriminal di London. Pada 2016, mantan pemain West Ham, Andy Caroll, juga ditodong dengan pistol dalam perjalanan pulang usai latihan tim.
Dengan demikian, Tim Meriam London tidak akan diperkuat Ozil dan Kolasinac saat melawat ke markas Newcastle di Stadion St James' Park. (jun/nva)
Ozil dan Kolasinac menjadi target perampok bersenjata pisau di Golders Green, London Utara, Kamis (25/7). Beruntung keduanya lolos dari percobaan perampokan tersebut.
Lihat juga:McGregor Terlalu Kecil untuk Masvidal |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sead Kolasinac sempat memberikan perlawanan kepada pelaku perampokan di London. (REUTERS/David Klein) |
Sead Kolasinac sempat memberikan perlawanan kepada pelaku perampokan di London. (REUTERS/David Klein)