Enam pebalap yang disiapkan yakni Projo Waseso, Bernard Benyamin Van Aert, Warseno, Dealton Prayogo, Woro Fitriyanto dan Hari Fitrianto. Tim pelatih saat ini masih menentukan pebalap yang bakal dijadikan cadangan.
Lihat juga:Persebaya Pecat Djadjang Nurdjaman |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Etape pertama bakal melewati jarak dari Candi Borobudur ke Ngawi sejauh 178 kilometer. Kemudian dilanjutkan dari Madiun ke Batu, Malang sejauh 157,7 kilometer di etape kedua.
Projo Waseso (kanan) jadi andalan timnas balap sepeda Indonesia di Tour de Indonesia. (Dok. PB ISSI) |
Dari lima etape, lanjut Dadang, peluang terbesar untuk mencuri kemenangan ada di etape ketiga yang lebih banyak track sprint. Kondisi ini menjadi 'makanan' terbaik buat Projo yang tahun lalu menjadi yang tercepat kedua di etape yang menyambungkan Batu dengan Jember.
Pesaing terbesar buat timnas balap sepeda Indonesia datang dari ProTouch Continental Pro Cycling (RSA) asal Afrika Selatan. Selain tim dari Kazhakstan, Vino-Astana Motors, Timnas UAE dan Timnas Iran.
"Etape ketiga ini trek terbaik buat Projo yang tidak akan kami sia-siakan. Meskipun peserta tahun ini lebih bagus tapi karakter di etape ketiga rutenya menguntungkan kami," jelas Dadang.
"Di etape pertama, target pribadi saya dapat yellow jersey [pebalap tercepat di klasemen] karena tahun lalu saya ada di posisi kedua untuk rute yang sama. Jadi sekarang harusnya tinggal merem saja sudah tahu tracknya," ungkap Projo optimistis. (ttf/sry)
Projo Waseso (kanan) jadi andalan timnas balap sepeda Indonesia di Tour de Indonesia. (Dok. PB ISSI)