Pogba gagal mencetak gol penalti dan dianggap sebagai biang kegagalan MU dalam meraih kemenangan di Stadion Molineux, markas Wolverhampton Wanderers, Senin (20/8) dini hari WIB.
Bola yang disepak Pogba ke kanan gawang dapat dibaca dengan baik oleh Rui Patricio. MU harus puas bermain imbang 1-1 pada pekan kedua Liga Inggris.
Lihat juga:VAR Hampir Buat MU Menang atas Wolverhampton |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Dwight Yorke
Salah satu penyerang yang dibeli MU itu masyhur sebagai kawan tandem Andy Cole. Tajam sebagai penyerang dan pernah menjadi topskor Liga Inggris dan Liga Champions 1998/1999, Yorke tak moncer dalam mengeksekusi penalti.
Michael Owen menjalani laga derbi Manchester. (REUTERS/Phil Noble) |
Menjadi pemain MU menjelang akhir karier, Owen sempat merasakan gelar juara Liga Primer, Piala Liga, dan Piala FA, bersama klub berjuluk The Red Devils itu.
Terlepas dari gelar Ballon d'Or 2001 serta sepatu emas Liga Primer 1997/1998 dan 1998/1999, Owen hanya memiliki rata-rata penalti senilai 66,7 persen. Dari 21 kali menembak bola dari titik penalti, hanya 14 yang berhasil menjadi gol.
Owen gagal mencetak gol dari tiga penalti terakhir yang diambil sebelum pensiun pada 2013.
Nama besar tak selalu menjadi jaminan. Begitu pula yang terjadi pada Rooney untuk urusan penalti. Wazza yang kini bermain di DC United adalah pencetak gol terbanyak MU dan timnas Inggris.
Namun fakta dari titik 11 meter menyatakan sebanyak 23 gol dibuat Rooney dari 34 kesempatan penalti. Jika dirata-rata, maka persentase gol penalti Rooney adalah 67,6 persen.
Lihat juga:Coutinho 'Takdir' yang Gagal di Barcelona |
Persentase gol penalti Sheringham hanya lebih baik 0,01 persen dibanding Rooney. Sheringham adalah sosok penting dalam kemenangan MU di Liga Champions 1998/1999.
Pemain yang pernah memperkuat Tottenham Hotspur itu pernah mengalami 10 kegagalan dari 31 tugas mengambil penalti. (nva/ptr)
Michael Owen menjalani laga derbi Manchester. (REUTERS/Phil Noble)