Eyob mencatatkan waktu 4 jam 16 menit 33 detik saat menempuh rute dari Jember menuju Paltuding Ijen di Banyuwangi, Kamis (22/8).
Di belakang Eyob ada pebalap Kinan Cycling Team, Thomas Lebas. Disusul Amir Kolahdouz Magh (Taiyuan Moigee Cycling Team), Marcos Gracia Fernandez (Kinan Cycling Team) serta Benjamin Dyball dari Team Sapura Cycling yang mengisi posisi lima besar pebalap tercepat di etape keempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Di Balik Gaya Penalti Aneh Pogba |
Kesuksesan Lebas menempati puncak klasemen tak lain berkat manuvernya di 10 kilometer terakhir dengan lintasan menanjak menuju Paltuding Ijen. Selain itu, Lebas juga meraih blue jersey atau 'raja tanjakan' di tiga kategori tanjakan yang terdapat di etape 4.
Metkel Eyob jadi yang tercepat di etape 4 Tour d'Indonesia 2019. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan) |
Pebalap Asia Terbaik atau yellow jersey masih dipegang Goh Choon Huat dari Trengganu Cyling Team yang tampil konsisten sejak etape pertama. Sedangkan Red Jersey (sprinter) masih dipegang Rohan Du Play dari tim asal Afrika Selatan, ProTouch Cycling Team dan Aiman Cahyadi menjadi pebalap Indonesia tercepat.
Perwakilan Commissioner UCI di Tour d'Indonesia 2019, Jacky Verdenet, memastikan tanjakan ketiga di 10 kilometer terakhir jelang finis etape keempat lebih sulit dibanding tanjakan Gunung Alpen yang merupakan bagian dari rute Tour de France.
"Ini jauh lebih indah dan lebih sulit dibanding dengan tanjakan yang ada di Alpen saat Tour de France. Semua tim banyak merasa kesulitan di sini dan saya sangat menyukainya," kata Verdenet.
Verdenet mengaku sempat khawatir dengan lomba balap sepeda nomor road race di Asia yang selalu dibandingkan dengan Eropa. Namun, ia terkejut ketika datang ke Asia dan melihat dan menemukan level tour yang diadakan sudah sangat bagus, baik dari segi pemilihan jalur maupun dari organisasi pelaksanannya. (ttf/ptr)
Metkel Eyob jadi yang tercepat di etape 4 Tour d'Indonesia 2019. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)