Anthony Ginting Kalah di 16 Besar Kejuaraan Dunia Bulutangkis

CNN Indonesia | Kamis, 22/08/2019 23:47 WIB
Anthony Ginting Kalah di 16 Besar Kejuaraan Dunia Bulutangkis Ilustrasi pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, gagal melaju ke babak 8 besar Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis BWF 2019. Langkahnya terhenti pada babak 16 besar setelah tumbang dari permainan atlet asal India, Sai Praneeth B.

Seperti dilansir Antara, Kamis (22/8), Ginting yang menempati peringkat delapan dunia menyerah dalam dua gim langsung 19-21, 13-21 kepada Praneeth. Pertandingan digelar di Lapangan 1 St. Jakobshalle Basel, Swiss, sore waktu setempat.
Tertinggal dalam perolehan angka pada pertengahan gim pertama, Ginting berhasil membalikkan keadaan dengan memanfaatkan kesalahan-kesalahan lawannya sehingga memimpin 18-15 hingga 19-17.

Meski begitu, dia tidak mampu menghindarkan lawannya memperoleh empat poin beruntun untuk merebut gim pembuka.


Pada gim kedua, permainan Ginting seolah terhenti setelah memimpin 11-8, ketika lawannya dua kali memperoleh enam angka berturut-turut untuk memenangkan pertandingan.

"Tadi gim pertama juga ketat, tapi di poin-poin akhir malah ingin buru-buru menyerang. Padahal perjalanan sampai leading dua tiga poinnya tadi dari menunggu kesalahan lawan, bukan dari serangan saya," kata Ginting usai pertandingan.
Sementara pada gim kedua, ia mengaku justru ragu-ragu untuk menyerang karena masih mengingat kesalahannya pada akhir gim pertama.

"Di gim kedua saya mau menyerang tapi enggak yakin. Soalnya masih kepikiran di poin-poin akhir gim pertama, saya posisinya kebalik gara-gara itu," tambahnya.

Saat ditanya apakah ada masalah dengan kakinya, Ginting yang dalam pertandingan ini kurang lincah pergerakannya mengaku tidak ada masalah.

Setelah Ginting tersingkir, tunggal putra Indonesia menyisakan Jonatan Christie yang belum memainkan pertandingan babak 16 besarnya melawan Jan O Jorgensen dari Denmark. (Antara/ayp)