Kevin/Marcus adalah ganda putra terbaik yang dimiliki Indonesia saat ini. Mereka tampil solid dan dominan di seri turnamen dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah Kevin/Marcus kalah, peluang meraih gelar untuk Indonesia ikut menjadi goyah. Skuat Indonesia diyakini bakal bersusah payah bila berharap melaju hingga ke partai puncak.
Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan pernah menjadi juara dunia pada 2013 dan 2015. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Dalam laga menghadapi Dunn/Hall, Ahsan/Hendra menunjukkan kematangan dari segi mental bertanding. Mereka bisa tenang menguasai keadaan ketika duel perebutan poin begitu sengit terjadi di lapangan.
Di babak perempat final, Ahsan/Hendra akan menghadapi Liao Min Chun/Su Ching Heng dari Taiwan. Di atas kertas, Ahsan/Hendra punya peluang bagus untuk menang karena unggul dalam rekor pertemuan.
[Gambas:Video CNN]
Ada beberapa hal yang membuat Ahsan/Hendra layak untuk dipercaya memegang asa Indonesia untuk memiliki gelar juara dunia.
Pertama, Ahsan/Hendra sudah ada di fase karier saat mereka tak lagi dibebani target berlebihan. Mereka sudah mencatat prestasi gemilang di paruh pertama mereka berpasangan, 2012-2016.
Meski Ahsan/Hendra tetap bertekad meraih medali, beban mereka tidak akan setinggi yang mereka rasakan 3-4 tahun lalu.
Ketiga, Ahsan/Hendra punya rekor bagus di Kejuaraan Dunia. Ahsan/Hendra selalu juara di keikutsertaan mereka di Kejuaraan Dunia, yaitu pada 2013 dan 2015. Pada 2014, Ahsan/Hendra absen sedangkan di Kejuaraan Dunia 2017, Ahsan dan Hendra tengah berpisah. Ahsan/Hendra juga tidak tampil di kejuaraan dunia tahun lalu.
Masih ada tiga langkah bagi Ahsan/Hendra untuk bisa jadi juara dunia, namun pundak Ahsan/Hendra, pundak yang pernah bertahun-tahun jadi tumpuan Indonesia, masih layak untuk disematkan harapan untuk juara. (nva)
Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan pernah menjadi juara dunia pada 2013 dan 2015. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)