Rapor Pemain Indonesia di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019

CNN Indonesia | Senin, 26/08/2019 09:27 WIB
Rapor Pemain Indonesia di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019 Tunggal putra raih poin tertinggi di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019 telah usai. Berikut rapor pemain menurut CNNIndonesia.com.

Indonesia berhasil meraih satu medali emas lewat kemenangan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan. Di babak final, Ahsan/Hendra berhasil menaklukkan Takuro Hoki/Yugo Kobayashi 25-23, 9-21, 21-15.

Keberhasilan Ahsan/Hendra membuat Indonesia mencatat hasil lebih baik dibandingkan edisi sebelumnya.


Berikut rapor pemain Indonesia di tiap nomor pada Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019:

Tunggal Putra (Nilai 6)

Jonatan Christie dan Anthony Ginting masuk dalam daftar unggulan di Kejuaraan Dunia Bulutangkis. Jonatan jadi unggulan keempat sedangkan Ginting unggulan keenam.

Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting takluk dari Sai Praneeth.Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting takluk dari Sai Praneeth. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak)
Dengan kondisi kedua pemain ada di jalur yang sama, maka salah satu dari mereka seharusnya bisa melenggang hingga babak semifinal dan minimal pulang dengan medali perunggu di turnamen ini.

Namun kedua pemain ternyata tak bisa melalui adangan Sai Praneeth dari India. Dalam dua laga tersebut, Sai Praneeth mampu tampil gemilang di momen-momen menentukan pada gim pertama dan kemudian unggul dari segi mental di gim kedua.

Tunggal Putri (Nilai 6)

Tunggal putri Indonesia, Fitriani dan Gregoria Mariska, harus kembali menyudahi perjalanan di tangan pemain unggulan. Fitriani kalah di tangan Tai Tzu Ying dan Gregoria takluk di hadapan Ratchanok Intanon.

Dari segi permainan, Fitriani sudah mengeluarkan kemampuan terbaik di hadapan Tai Tzu Ying. Sementara itu, kekalahan Gregoria terasa lebih menyesakkan karena ia sempat meraih match point melawan Ratchanok.

Bila Gregoria bisa memaksimalkan peluang itu, maka seharusnya Gregoria bisa bermimpi untuk melangkah lebih jauh di turnamen ini.

Tercipta All Indonesiam Semifinal di Kejuaraan Dunia 2019. Tercipta All Indonesiam Semifinal di Kejuaraan Dunia 2019. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak)
Ganda Putra (Nilai 9,5)

Herry IP dan Aryono Miranat kembali mampu menunaikan tugas dengan baik lewat hasil maksimal. Nomor ganda putra mampu memanggungkan All Indonesian Semifinal antara Ahsan/Hendra lawan Fajar/Rian yang kemudian berujung gelar juara untuk The Daddies.

Tim ganda putra juga menunjukkan lapisan pemain yang dalam seiring keberhasilan Ahsan/Hendra dan Fajar/Rian unjuk gigi ketika Kevin/Marcus harus tersingkir di awal kejuaraan.

Satu-satunya hal yang membuat nomor ganda putra tak mendapat nilai sempurna adalah kejutan yang menimpa Kevin/Marcus di pertandingan pertama mereka.

Tim pelatih harus menemukan solusi agar Kevin/Marcus tidak bermain dengan tekanan besar di tiap turnamen penting. Kevin/Marcus harus bisa didorong menampilkan level permainan seperti yang biasa mereka tunjukkan di seri BWF World Tour.

Rapor Pemain Indonesia di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019
Ganda Putri (Nilai 8)

Greysia Polii/Apriyani Rahayu berhasil meraih medali perunggu. Torehan ini mereka dapatkan setelah melewati adangan unggulan keempat, Chen Qingchen/Jia Yifan.

Di babak semifinal, Greysia/Apriyani tampil cukup apik meladeni reli-reli Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara, terutama di gim kedua. Hanya saja, di laga tersebut, Matsumoto/Nagahara tengah tampil di performa terbaik sehingga jarang membuat kesalahan.

Di luar penampilan Greysia/Apriyani, performa Rizki Amelia Pradipta/Della Destiara dan Jauza Fadhilah Sugiarto/Yulfira Barkah masih belum memenuhi harapan. Keinginan memiliki dua wakil di Olimpiade tahun depan masih butuh perjuangan keras.

Ganda Campuran (Nilai 5)

Praveen Jordan/Melati Daeva sempat diharapkan bisa meraih medali di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019. Namun mereka malah tumbang di hadapan Robin Tabeling/Selena Piek.

Hafiz Faisal/Gloria Emanuelle Widjaja juga tak sanggup untuk kembali mengulangi performa apik ketika menghadapi Zheng Siwei/Huang Yaqiong.

Dua ganda campuran utama ini masih harus terus bekerja keras meningkatkan kualitas mereka untuk bisa dipandang jadi salah satu ganda elite jelang Olimpiade 2020.

[Gambas:Video CNN] (ptr/sry)


BACA JUGA