Dalam pertandingan final, Minggu (25/8) waktu setempat, parabadminton Indonesia meraih empat emas dari ganda campuran SU5, tunggal putra SU5, ganda putra SU5, dan tunggal putri SL4.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak ingin ketinggalan, ganda putra parabadminton Indonesia di kelas SU5 juga ikut menyumbang medali emas lewat Dheva Anrimusthi/Hafizh Briliansyah yang menumbangkan pasangan China, Shengzhou Shi/He Zhirui 21-18, 21-13.
Parabadminton Indonesia berharap meraih medali emas di Paralimpiade 2020. (REUTERS/Toru Hanai) |
Untuk empat medali perunggu menjadi milik Fredy Setiawan (tunggal putra SL4), Khalimatus Sadiyah (tunggal putri SL4), Ukun Rukaendi (tunggal putra SL3), dan Ukun Rukaendi/Hari Susanto (ganda putra SL3-4).
Ofisial tim parabadminton Indonesia, Rima Ferdianto, bersyukur Tim Merah Putih bisa membawa pulang total 10 medali dari Kejuaraan Dunia 2019.
Dikutip dari situs resmi PBSI, menurut Rima, keikutsertaan di Kejuaraan Dunia 2019 dalam rangka pengumpulan poin menuju Paralimpiade Tokyo mendatang.
"Peluang kami pecah telur emas [meraih emas pertama paralimpiade] di Paralimpiade Tokyo 2020 jadi sangat besar dengan adanya parabadminton ini," ucap Rima.
[Gambas:Video CNN] (sry/nva)
Parabadminton Indonesia berharap meraih medali emas di Paralimpiade 2020. (REUTERS/Toru Hanai)