Padahal, Gonzales sudah berusia kepala empat. Tepat hari ini, 30 Agustus, pemain kelahiran Montevideo, Uruguay, merayakan ulang tahun yang ke-43.
Lihat juga:Daftar Lengkap Penghargaan UEFA |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di musim pertamanya di tanah air, Gonzales sudah menorehkan gelar top skor di Liga Indonesia dengan 27 gol. Sejak saat itu, El Loco kerap mendominasi daftar teratas pencetak gol terbanyak.
Gonzales Si Raja Gol dari Montevideo. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan) |
Sebagai bomber andal, Gonzales sudah malang melintang di klub-klub besar Indonesia. Selain PSM dan Persik, El Loco juga pernah berseragam Persib Bandung, Putra Samarinda, Arema FC, dan Madura United di kasta tertinggi kompetisi tanah air.
Gonzales langsung jatuh cinta dengan sepak bola Indonesia pada awal berkarier di tanah air yaitu pada 2003. Saat itu pula dia bersua dengan pujaan hati yang kemudian menjadi istrinya, Eva Siregar.
Pada tahun itu pula, Gonzales memutuskan menjadi mualaf karena dia merasa Indonesia rumah kedua baginya. Beberapa kali ia kerap melontarkan keinginannya untuk membela Timnas Indonesia. Namun, status kewarganegaraan yang berbeda menjadi penghalang impiannya itu.
[Gambas:Video CNN]
Cinta Gonzales terhadap Indonesia sempat bertepuk sebelah tangan. Namun pada 2010, El Loco akhirnya diangkat menjadi Warga Negara Indonesia.
Piala AFF 2010 menjadi arena pembuktiannya. Meski menjalani debut membela Merah Putih di turnamen itu di usia 34, Gonzales tak kehilangan ketajaman.
Gonzales masih produktif pada Piala Presiden 2017. (CNN Indonesia/ Andry Novelino) |
Sempat absen pada 2012 karena dualisme PSSI, Gonzales kembali tampil di Piala AFF 2014. Namun, saat itu dia gagal mencetak satu gol pun di turnamen itu. Garuda juga gagal melaju ke semifinal.
Gonzales disebut salah satu hasil naturalisasi yang cukup berhasil meski resmi menjadi WNI pada usia 34 tahun.
Feliz cumpleanos, El Loco! (bac/jun)
Gonzales Si Raja Gol dari Montevideo. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Gonzales masih produktif pada Piala Presiden 2017. (CNN Indonesia/ Andry Novelino)