Liga Inggris musim ini berbeda bagi Chelsea. Hukuman dari FIFA berupa pembelian pemain baru dalam dua bursa transfer, awal musim dan tengah musim, membuat klub asal London itu mengubah cara membangun tim.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Olivier Giroud dan Mason Mount, perpaduan pemain tua muda di Chelsea. (Steven Paston/PA via AP) |
Tammy Abraham, Christian Pulisic, dan Mason Mount yang masih di bawah 23 tahun menjadi andalan baru. Dalam tiga laga awal Chelsea di Liga Inggris, tiga pemain tersebut selalu tampil.
[Gambas:Video CNN]
Selain tiga nama tersebut, Chelsesa masih memiliki pemain-pemain muda lain yang belum mendapat kesempatan tampil dari Lampard seperti Callum Hudson-Odoi, Ruben Loftus-Cheek, Fikayo Tomori, Reece James, atau Robert Kenedy.
Memulai musim dengan pelatih anyar dan pemain muda memang bukan pekerjaan mudah. Kekalahan telak dari Manchester United pada laga pembuka adalah bagian dari sebuah proses adaptasi. Pada pertandingan tersebut, anak asuh Lampard tidak tampil mengecewakan. Permainan Chelsea bahkan memunculkan ancaman di lini pertahanan MU.
Setelah kekalahan dari MU, Lampard melakukan perubahan ketika menghadapi Liverpool di Piala Super Eropa. Lagi-lagi Chelsea tak tampil mengecewakan, namun hasil akhir tidak berpihak kepada juara bertahan Liga Europa itu.
Kemenangan perdana dirayakan Mount, Abraham, dan kawan-kawan ketika bertamu ke Stadion Carrow Road markas Norwich City. Dua kali unggul, dua kali dikejar, Chelsea kemudian menuntaskan laga dengan skor 3-2.
Dalam pertandingan tersebut, Lampard menampilkan starter termuda kedua sepanjang sejarah klub dalam 25 tahun terakhir. Usia rata-rata pemain inti Chelsea ketika itu adalah 24 tahun 208 hari. Umur tersebut hanya kalah dengan skuat Chelsea yang tampil melawan Oldham Athletic pada 1994, yakni 24 tahun 190 hari.
Frank Lampard menjalani proyek bersama pemain-pemain muda di Chelsea. (AP Photo/Frank Augstein) |
Hukuman transfer bisa menjadi berkah terselubung bagi Chelsea. Sembari menjalankan sanksi, Lampard bisa memantapkan penampilan anak asuhnya. Selain performa secara tim, ada pula efek positif bagi individu pemain muda. Beban menjadi tulang punggung menjadi sarana mendewasakan para pemain muda.
Jam terbang yang banyak di salah satu kompetisi top Eropa bisa menjadikan tiga pemain tersebut menjadi andalan di skuat Three Lions pada masa depan dan bukan sekadar pemain-pemain semenjana yang cukup puas dengan caps bersama timnas. (nva/bac)
Olivier Giroud dan Mason Mount, perpaduan pemain tua muda di Chelsea. (Steven Paston/PA via AP)
Frank Lampard menjalani proyek bersama pemain-pemain muda di Chelsea. (AP Photo/Frank Augstein)