Ketua Jakmania Ingin Cegah Rivalitas Suporter Persija-PSM

CNN Indonesia | Kamis, 29/08/2019 01:22 WIB
Ketua Jakmania Ingin Cegah Rivalitas Suporter Persija-PSM Ketua The Jakmania Ferry Indrasjarief mencoba cegah gesekan dengan suporter PSM Makassar. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum The Jakmania, Ferry Indrasjarief, meminta anggotanya tidak membuat rivalitas baru antara suporter Persija Jakarta dengan PSM Makassar.

Hal itu diungkapkan Ferry usai Persija menjamu PSM yang berakhir imbang tanpa gol di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Rabu (28/8).

Pada jeda babak pertama hampir terjadi gesekan di antara kedua suporter. Tribune suporter PSM mendapat intimidasi berupa umpatan dan ejekan.


Aksi ini diduga untuk membalas perbuatan oknum suporter PSM yang melempari bus rombongan pemain Persija jelang melawan PSM di final leg kedua Piala Indonesia pada 6 Agustus 2019.

Ketua The Jakmania Ferry Indrasjarief tak mau ada rivalitas baru.Ketua The Jakmania Ferry Indrasjarief tak mau ada rivalitas baru. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)
Namun, potensi gesekan antarsuporter berhasil diredam setelah Ferry dan pentolan Jakmania lainnya, Irlan, ikut mendampingi Macz Man, julukan suporter PSM yang berada di tribune pendukung tim tamu.

"Jangan sampai ini menimbulkan rivalitas baru. Persaudaraan kita [The Jakmania] dengan Makassar, terutama sama Macz Man sudah berjalan puluhan tahun sejak 2001 saat pertama kali Persija jadi juara di Liga Indonesia. Kita sudah kenal mereka dan bersahabat baik. Saya tidak mau persahabatan ini dinodai ulah orang-orang yang menurut saya jarang ikut partai tandang," kata Ferry.

Ketua Jakmania Ingin Cegah Rivalitas Suporter Persija-PSM
Menurut Ferry, The Jakmania dan Macz Man harus saling membuktikan bahwa stadion masing-masing adalah stadion yang aman dan nyaman untuk suporter tamu.

"Apa yang terjadi itu adalah efek dari media sosial. Tadi saya bilang, kalian terlalu banyak memainkan media sosial. Ini sebaiknya ditinggalkan. Wajar kalau saya harus tahan mereka dengan kehadiran saya bersama Macz Man. Tapi setelah saya pindah, mereka [The Jakmania] teriak-teriak lagi. Jadi susah lah kalau melawan arus. Lebih baik kita mengarahkan arus pelan-pelan supaya seperti dulu lagi," pinta Ferry.

Persija vs PSM berakhir imbang di SUGBK.Persija vs PSM berakhir imbang di SUGBK. (Dok. Persija Jakarta)
Sementara itu dari kapasitas 70 ribu kursi di SUGBK, hanya 16,119 penonton yang hadir di laga Persija melawan PSM. Bahkan pantauan CNNIndonesia.com tribune atas yang biasa masuk di kategori 1 dalam pembelian tiket terlihat ditutup dan tidak diduduki penonton.

"Pertama memang laga ini di hari kerja. Kedua, melihat prestasi yang ada sekarang, kurang baik, membuat animo dari penonton juga jadi berkurang. Ya menurut saya sah-sah saja karena memang itu siklus dari sepak bola itu sendiri," kata Ferry Paulus, CEO Persija Jakarta.

Meski minim penonton, manajemen Persija masih menjadikan SUGBK sebagai pilihan pertama untuk menggelar laga kandang Macan Kemayoran. Sebab, menurut Ferry kesenangan para pemain adalah jika bisa bermain di GBK dan dihadiri The Jakmania.

"Kalau seperti ini [sepi penonton] Persija bukan melihat ruginya. Oke minim, tetapi dengan penonton yang kurang banyak tentunya juga tidak memberikan effort yang banyak untuk motivasi anak-anak. Itu yang penting. Sehingga kita memang perlu stadion yang agak kecil. Meskipun hanya 15 ribu tapi penuh, gaungnya tetap keras, atmosfernya dapat, kemudian bisa memberikan tambahan semangat untuk anak-anak," ujarnya.

[Gambas:Video CNN] (TTF/jun)