FIFA Matchday datang ketika Liverpool dan Manchester City berlari kencang di Liga Inggris. Liverpool masih sempurna di Premier League musim ini dan berada di puncak klasemen dengan torehan 12 poin. Terakhir, tim asuhan Juergen Klopp itu menang 3-0 atas Burnley.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika melihat performa Liverpool dan Man City di empat laga awal, kedua tim berpeluang mendulang lebih dari 90 poin lagi musim ini. The Reds dan Man City juga diprediksi bakal menunjukkan keperkasaan dalam urusan mencetak gol.
Manchester City kehilangan dua poin saat melawan Tottenham Hotspur. (AP Photo/Rui Vieira) |
Fakta menarik dari Liverpool dan Man City musim ini adalah, kedua klub itu justru tidak terlalu aktif di bursa transfer. Klopp dan Guardiola seperti masih percaya dengan komposisi skuat musim lalu.
Liverpool lebih pasif lagi. Klub yang bermarkas di Stadion Anfield itu hanya mengeluarkan 1,3 juta poundsterling untuk mendapatkan bek Sepp van den Berg dari klub Belanda PEC Zwolle.
Keputusan tidak terlalu aktif di bursa transfer terbilang tepat, setidaknya hal itu yang terlihat dalam empat laga awal. Klopp dan Guardiola langsung menemukan ritme permainan di awal musim, di saat klub-klub besar Liga Inggris lainnya masih kesulitan.
Liverpool dan Manchester City jadi dua favorit juara Liga Inggris musim ini. (AP Photo/Frank Augstein) |
Jika ada yang bisa menjegal langkah Liverpool dan Man City dalam perebutan gelar juara ada, faktor itu adalah konflik internal. Perseteruan antara Mohamed Salah dengan Sadio Mane dan Pep Guardiola dengan Sergio Aguero bisa merusak kondisi tim.
Big Four Mengecewakan
Di saat Liverpool dan Man City berlari kencang di klasemen Liga Inggris, klub-klub yang semula diprediksi akan meramaikan persaingan posisi empat besar: Chelsea, Manchester United, Arsenal, dan Tottenham justru tampil mengecewakan. Bahkan keempat klub besar itu tidak ada yang masuk posisi empat besar hingga jeda internasional.
Manchester United tampil mengecewakan di empat laga awal Liga Inggris. (REUTERS/Hannah Mckay) |
Melihat posisi langganan Big Four itu memasuki jeda internasional jelas sangat mengecewakan. Pasalnya, kecuali Chelsea, mereka terbilang cukup aktif dalam melakukan pembelian pemain. Arsenal menghabiskan 155 juta poundsterling, MU mengeluarkan 145 juta poundsterling, dan Tottenham menghabiskan 90 juta poundsterling.
Sudah bukan rahasia lagi kalau masalah utama Arsenal lebih dari satu dekade terakhir adalah konsistensi. Hingga kini Unai Emery belum juga mampu menemukan ramuan yang tepat untuk Arsenal, padahal mereka sudah memiliki lini depan yang fantastis menyusul kedatangan Nicolas Pepe dan Dani Ceballos.
Sementara itu kondisi Chelsea tidak mengherankan. The Blues memiliki pelatih baru, Frank Lampard, dan tidak mampu membeli pemain baru karena hukuman FIFA. Satu-satunya pemain baru yang direkrut adalah Mateo Kovacic. Lampard butuh waktu untuk membuat Chelsea kembali menjadi salah satu calon juara.
Di antara klub Big Four lainnya, MU jelas yang paling mengecewakan. Manajamen klub sudah berupaya mendatangkan pemain keinginan Ole Gunnar Solskjaer. Meski akhirnya mereka hanya mendapatkan Daniel James, Aaron Wan-Bissaka, dan Harry Maguire karena para pemain incaran 'ogah' datang ke Old Trafford.
Melihat empat laga yang sudah dijalani, gambaran besar siapa yang akan bersaing dalam perebutan gelar juara Liga Inggris sudah terlihat: Liverpool vs Man City. Selebihnya hanya akan menjadi pelengkap dan bersaing masuk zona Liga Champions. (ptr)
Manchester City kehilangan dua poin saat melawan Tottenham Hotspur. (AP Photo/Rui Vieira)
Liverpool dan Manchester City jadi dua favorit juara Liga Inggris musim ini. (AP Photo/Frank Augstein)
Manchester United tampil mengecewakan di empat laga awal Liga Inggris. (REUTERS/Hannah Mckay)