Situasi itu terjadi setelah The Red Devils hanya bisa membawa pulang satu poin dari markas tim yang seharusnya bisa diatasi, Southampton. Tim pengoleksi 20 gelar Liga Inggris itu ditahan imbang 1-1 di St. Mary's, akhir pekan lalu.
Lihat juga:Khabib Dikhawatirkan Bernasib Seperti Tyson |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ole Gunnar Solskjaer dilaporkan mengamuk di ruang ganti usai MU ditahan imbang Southampton. (AP Photo/Dave Thompson) |
Selain penampilan gemilang Angus Gunn di bawah mistar Southampton, penyelesaian akhir yang mengecewakan jadi faktor lain yang membuat tim tamu tidak bisa pulang ke Manchester dengan tiga poin.
Seusai laga di ruang ganti, Solskjaer tak lagi mampu menahan diri untuk tidak mengkritik pasukannya.
Mantan manajer Cardiff City itu menuduh para pemainnya terlalu sibuk dengan permainan individu ketimbang mengutamakan kepentingan tim. Selain itu, Solskjaer menilai anak asuhnya terlalu sering mencoba bermain spektakuler daripada memainkan sepak bola sederhana.
Juru racik formasi berusia 47 itu juga melihat ada beberapa pemain di dalam tim yang tidak bermain sepenuh hati sehingga mempengaruhi performa rekan yang lain di lapangan.
Penampilan Paul Pogba saat melawan Southampton tidak sesuai standar. (AP Photo/Rui Vieira) |
Hasil di St. Mary's juga memberikan gambaran jelas belum solidnya permainan MU meski pemain masuk dan keluar sepanjang bursa transfer musim panas ini. Pergerakan MU di pasar transfer ini juga yang layak disorot.
Manajemen klub hanya mendatangkan tiga pemain yakni Aaron Wan-Bissaka, Harry Maguire, dan Daniel James. Dari tiga pemain tersebut tidak satu pun yang berposisi sebagai penyerang.
Padahal, kekuatan lini depan MU berkurang dengan kepergian Romelu Lukaku dan Alexis Sanchez. Dari dua pemain itu, kepergian Lukaku ke Inter Milan pantas diratapi karena penyerang asal Belgia tergolong produktif selama dua musim berseragam The Red Devils.
Mason Greenwood masih terlalu muda untuk jadi andalan di lini depan Manchester United. (HECTOR RETAMAL / AFP) |
[Gambas:Video CNN]
Kepergian Lukaku berpotensi bisa menyulitkan MU di sisa musim ini karena manajemen tidak berhasil mendatangkan pemain pengganti yang sepadan. Praktis Solskjaer hanya bisa mengandalkan Anthony Martial, Marcus Rashford, dan pemain muda Mason Greenwood, setidaknya hingga bursa transfer paruh musim nanti.
Nama pertama bahkan absen kontra Southampton karena cedera paha saat kalah dari Palace. Cederanya Martial membuat Solskjaer harus mengubah formasi tim dari skema dua penyerang jadi satu striker tunggal dengan mengandalkan Rashford sebagai targetman.
Memang masih ada Phil Jones dan Axel Tuanzebe untuk melapis duet utama Maguire dan Victor Lindelof. Namun Jones akrab dengan blunder dan Tuanzebe masih minim jam terbang di Liga Inggris.
Lihat juga:Indonesia Punya Irfan, Malaysia Ada Mat Yo |
Fakta ini pula yang membuat MU mengalami kesulitan di awal musim dan sudah gagal meraih kemenangan dalam tiga laga terakhir. Jadi, bisa finis di zona empat besar sejatinya sudah merupakan pencapaian besar untuk Setan Merah. (jal/har)
Ole Gunnar Solskjaer dilaporkan mengamuk di ruang ganti usai MU ditahan imbang Southampton. (AP Photo/Dave Thompson)
Penampilan Paul Pogba saat melawan Southampton tidak sesuai standar. (AP Photo/Rui Vieira)
Mason Greenwood masih terlalu muda untuk jadi andalan di lini depan Manchester United. (HECTOR RETAMAL / AFP)