Pertandingan berjalan sengit sejak awal. Kititharakul/Prajongjai mampu unggul 5-2. Namun Greysia/Apriyani bisa menyamakan kedudukan menjadi 5-5.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengembalian bola yang tidak sempurna dari Prajongjai usai menerima smes Apriyani sempat memberikan harapan bagi pasangan Indonesia untuk mengejar ketinggalan.
Greysia Polii/Apriyani Rahayu sempat keteteran melawan Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai. (CNN Indonesia/Putra Permata Tegar) |
[Gambas:Video CNN]
Di gim kedua Greysia/Apriyani mencoba bangkit dengan unggul 6-2. Permainan drop shot lebih banyak ditampilkan Greysia/Apriyani yang jadi unggulan pertama.
Reli panjang dengan menampilkan 41 pukulan sempat terjadi di gim kedua. Tetapi pengembalian Prajongjai yang menyentuh net membuat Greysia/Apriyani unggul 10-5. Smes keras Apriyani yang tidak bisa dikembalikan Prajongjai membuat pasangan Indonesia menutup interval gim kedua dengan keunggulan 11-6.
Posisi lapangan tampaknya menentukan performa kedua pasangan. Menempati lapangan seperti gim pertama membuat Kititharakul/Prajongjai tampil apik di awal-awal gim ketiga dengan langsung unggul 5-1.
Greysia/Apriyani terus menempel ketat perolehan poin Kititharakul/Prajongjai hingga skor 15-16. Hanya saja, kegagalan Apriyani menahan smes Prajongjai membuat Indonesia gagal melaju ke final ganda putri Taiwan Open 2019. (sry)
Greysia Polii/Apriyani Rahayu sempat keteteran melawan Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai. (CNN Indonesia/Putra Permata Tegar)