Rossi Sindir Motivasi Marquez Juara MotoGP San Marino

CNN Indonesia | Senin, 16/09/2019 06:25 WIB
Rossi Sindir Motivasi Marquez Juara MotoGP San Marino Valentino Rossi sindir Marc Marquez. (Photo by Marco Bertorello / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pebalap Monster Energy Yamaha Valentino Rossi menyindir motivasi Marc Marquez untuk jadi pemenang di MotoGP San Marino di Sirkuit Misano, Minggu (15/9).

Marquez meraih kemenangan ketujuh di musim ini usai menjuarai MotoGP San Marino. Di seri ke-13 MotoGP 2019 itu Marquez menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 42 menit 25,163 detik. Di podium kedua dan ketiga ditempati Fabio Quartararo serta Maverick Vinales.

The Baby Alien menjadi yang terdepan di Misano setelah menempati start kelima. Start dari baris kedua itu didapat Marquez setelah terlibat keributan dengan Rossi di kualifikasi, Sabtu (14/9).


Di lap terakhir kualifikasi, Rossi dan Marquez bersenggolan di tikungan 14. Karena perselisihan itu, keduanya gagal memperbaiki catatan waktu kualifikasi. Rossi pun harus puas start dari tempat ketujuh, sedangkan Marquez di posisi kelima.

Kendati demikian, usai memenangi balapan Marquez mengaku capaiannya tersebut karena termotivasi usai keributan dengan Rossi.

Marc Marquez menang MotoGP San Marino setelah mengalahkan Fabio Quartararo.Marc Marquez menang MotoGP San Marino setelah mengalahkan Fabio Quartararo. (Photo by Marco Bertorello / AFP)
Mendengar hal tersebut The Doctor, hanya tertawa. Pebalap 40 tahun itu mengatakan memiliki cara lain selain termotivasi karena keributan untuk memenangi balapan.

[Gambas:Video CNN]
"Pada kenyataannya, bagi saya tampaknya [Marquez] sudah lebih kuat. Saya tidak perlu berkelahi untuk bisa tampil maksimal," ujar Rossi dikutip dari Sky Sports.

Rossi Sindir Motivasi Marquez Juara MotoGP San Marino
Di mata Rossi, Marquez senang memenangi MotoGP San Marino bukan karena termotivasi keributan dengannya, tetapi bisa mengalahkan Quartararo. Pasalnya, pebalap asal Prancis itu akan jadi ancaman bagi Marquez di masa depan.

"Marquez tahu tahu bahwa dia akan diganggu di masa depan, dia melihat Quartararo sebagai lawan yang hebat," tutur The Doctor. (sry)