Pria kelahiran Bangkalan itu datang ke Kemenpora RI untuk berpamitan dengan para pejabat dan staf lainnya yang pernah ia pimpin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Salat dulu ya," ujar Imam Nahrawi kepada para wartawan yang sudah menunggunya untuk wawancara sesaat sebelum masuk ke dalam masjid.
Imam Nahrawi (kanan) langsung salat di Masjid Al Muwahidin usai tiba di kantor Kemenpora RI. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
"Yang belum salat, salat dulu. Nanti kita ketemu di Lantai 1. Saya mau ke Wisma dulu melihat sahabat-sahabat saya," imbuhnya.
[Gambas:Video CNN]
Imam kemudian berjalan menuju Wisma Kemenpora yang jaraknya hanya sekitar 30 meter dari masjid sambil diikuti awak media. Ia juga sempat menyalami beberapa wartawan yang membuntutinya.
Setelah itu Imam bertatap muka dengan seluruh Pejabat Eselon 1 di Kemenpora secara tertutup. Dalam sambutannya, ia berpamitan dan meminta maaf jika selama lima tahun kurang satu bulan menjadi Menpora terdapat kesalahan.
Imam diduga menerima uang sebesar Rp26,5 miliar sebagai bentuk commitment fee pengurusan proposal yang diajukan KONI kepada Kemenpora.
"Total dugaan penerimaan Rp26,5 miliar diduga commitment fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan KONI ke Kemenpora, terkait Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima dan penerimaan lain yang berhubungan dengan jabatan selaku Menpora," ujar Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam konferensi pers di gedung KPK, Jakarta, Rabu (18/9).
Uang tersebut diterima secara bertahap yakni sebesar Rp14,7 miliar dalam rentang waktu 2014-2018. Uang itu diterima dari asisten pribadi Miftahul Ulum yang juga menjadi tersangka dalam perkara ini.
Imam juga diduga meminta uang Rp11,8 miliar dalam rentang waktu 2016-2018 sebagai tahap kedua. (bac/ttf/bac)
Imam Nahrawi (kanan) langsung salat di Masjid Al Muwahidin usai tiba di kantor Kemenpora RI. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)