Marcus/Kevin dan Ginting Prediksi Final Sulit di China Open

nva, CNN Indonesia | Minggu, 22/09/2019 00:45 WIB
Marcus/Kevin dan Ginting Prediksi Final Sulit di China Open Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo bakal menghadapi Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan di final China Open 2019. (Dok. Humas PBSI)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dua wakil Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Anthony Sinisuka Ginting, memprediksi bakal menghadapi laga final yang sulit dalam turnamen China Open 2019.

Marcus/Kevin bakal menghadapi Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dalam partai puncak yang bakal berlangsung Minggu (22/9). Secara rekor pertemuan, Marcus/Kevin unggul atas pasangan senior non-Pelatnas PBSI.

Dalam 10 pertemuan, The Minions menang delapan kali atas The Daddies. Setelah Malaysia Terbuka 2016, Ahsan/Hendra tak pernah menang lagi atas ganda putra nomor satu dunia itu.


Tiga pertemuan terakhir yang terjadi pada tahun ini, dalam final Indonesia Masters, Indonesia Open, dan Japan Open, Marcus/Kevin selalu menjadi pemenang dalam laga yang berakhir dua gim.

Marcus/Kevin dan Ginting Prediksi Final Sulit di China OpenMarcus/Kevin dan Ahsan/Hendra di podium Indonesia Open 2019. (ADEK BERRY / AFP)
Memiliki rekor yang impresif, Marcus/Kevin menilai Ahsan/Hendra bukan lawan sembarangan.

"Mereka habis jadi juara dunia, kami harus siap, enggak akan gampang melawan mereka," kata Marcus dikutip dari situs resmi PBSI.

[Gambas:Video CNN]
Marcus/Kevin pernah menjadi juara China Open pada 2016 dan 2017, sementara Hendra merupakan kampiun China Open 2006 dan 2007 ketika masih berpasangan dengan Markis Kido.

Sementara Ginting yang berstatus sebagai juara bertahan menyadari pertemuan dengan pebulutangkis nomor satu dunia, Kento Momota, bakal menghadirkan laga sengit.

Marcus/Kevin dan Ginting Prediksi Final Sulit di China Open
Laga Ginting vs Momota merupakan ulangan final China Open tahun lalu yang berakhir dengan kemenangan pemain kelahiran Cimahi.

"Sebetulnya saya tidak memikirkan saya juara bertahan, itu sudah berlalu. Sebelum tanding tadi pun belum memikirkan ketemu Momota, karena [Anders] Antonsen juga lawan yang berat," kata Anthony usai mengalahkan Antonsen pada babak semifinal.

"Momota pemain yang bisa menjaga fokusnya dari awal sampai akhir, penampilannya juga konsisten. Saya akan belajar dari kekalahan saya sebelumnya dari dia di Japan Open 2019," sambungnya.

Ginting baru tiga kali menang dalam 12 pertemuan dengan Momota. Dalam empat pertemuan sepanjang 2019, Ginting selalu gagal membendung Momota. (nva)


BACA JUGA