Sosok Ketua Umum PSSI selanjutnya disebut Gusti Randa harus netral. Termasuk bukan berasal dari orang-orang yang pernah berkaitan atau masih aktif menjadi bagian dari klub.
Lihat juga:Peringkat McGregor di UFC Menurun Drastis |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gusti Randa menyarankan agar pengurus klub tidak maju jadi Ketua Umum PSSI. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Menurut Gusti, saat ini banyak orang yang merasa mampu untuk memimpin federasi sepak bola Indonesia. Sebab itu, ia memberikan kesempatan kepada mereka yang merasa mampu untuk maju bersaing dan menunjukkan kontribusi terbaiknya buat PSSI.
Dinilai Sepi Peminat
Sementara itu, kurang dari seminggu jelang penutupan pendaftaran bursa calon Exco PSSI baru pada 3 Oktober mendatang Gusti Randa menyebut masih sepi peminat. Pada Kongres Pemilihan 2 November mendatang bakal dilangsungkan pemilihan untuk mencari satu sosok Ketua Umum, dua Wakil Ketua Umum dan 12 anggota Exco PSSI periode 2019-2023.
[Gambas:Video CNN]
Data yang dihimpun CNNIndonesia.com sampai Jumat (27/9) baru ada empat nama yang sudah mendeklarasikan diri untuk maju menjadi bakal calon Ketua Umum PSSI. Mereka adalah Mochamad Iriawan atau Iwan Bule, Rahim Soekasah, Arif Putra Wicaksono, dan Refrizal.
"Sekarang buat saya sepi peminat, beda sama kongres sebelumnya ini adem-adem saja. Kasihan Komite Pemilihan (KP) kalau tidak laku. Itu juga yang daftar belum tentu lolos."
"Karena sepak bola itu kesebelasan minimal ada 11 calon yang maju, kan enak. Mereka bertanding adu program. Kami sudah buat bagusnya situasi mengawal kongres tapi tetap sepi peminat. Saya takut nanti ada paket-paket [pengurus]. Kalau begitu, tidak laku dong jualan KP yang tadinya mau Luber, langsung umum bebas dan rahasia jadi tidak jalan," ungkapnya. (ttf/bac)
Gusti Randa menyarankan agar pengurus klub tidak maju jadi Ketua Umum PSSI. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)