Solskjaer datang sebagai caretaker setelah MU memutuskan memecat Jose Mourinho di pertengahan musim lalu. Kehadiran Solskjaer sejak awal diragukan lantaran perjalanan kariernya sebagai manajer tidak terlalu mengkilap.
Lihat juga:Honda Siap Menaikkan Gaji Marquez di MotoGP |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ole Gunnar Solskjaer sempat punya rapor bagus ketika jadi caretaker di MU. (AP Photo/Leila Coker) |
Dikutip dari BR Football, penampilan Manchester United saat Solskjaer masih jadi caretaker dan jadi manajer berbanding 180 derajat.
[Gambas:Video CNN]
Situasi berubah drastis ketika Solskjaer mendapatkan kontrak permanen. Dari 21 laga yang dilalui, Solskjaer hanya membukukan enam kemenangan, enam hasil imbang, dan sembilan kekalahan. Rasio kemenangan Solskjaer turun drastis ke angka 29 persen. Tak hanya itu, MU hanya sanggup mencetak 23 gol dan kebobolan 31 gol.
Tanda-tanda keanehan Solskjaer dan MU musim ini sudah terlihat dalam kebijakan transfer mereka. MU berani melepas Romelu Lukaku dan Alexis Sanchez namun tidak mencari pengganti yang sepadan.
Di delapan laga awal Liga Inggris musim ini, penampilan MU sangat mengecewakan. Di luar kemenangan telak atas Chelsea di pekan pertama, Solskjaer tidak mampu membawa MU tampil cemerlang.
Ole Gunnar Solskjaer sempat punya rapor bagus ketika jadi caretaker di MU. (AP Photo/Leila Coker)