Marquez memenangkan sembilan seri dan lima runner up dalam 15 seri yang telah dijalankan. Ia tak pernah finis di luar dua besar.
Lihat juga:AC Milan Resmi Pecat Giampaolo |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Marc Marquez tak merasa bisa menang mudah di MotoGP. (Lillian SUWANRUMPHA / AFP) |
"Saya mengatakan hal ini karena ada empat pabrikan yang punya kemampuan memenangkan balapan dan bertarung dalam perebutan gelar juara dunia. Itu berarti ada delapan motor yang punya kesempatan memenangkan balapan dan hal itu tidak pernah terjadi sebelumnya," kata Marquez dikutip dari Crash.
"Saya harus tahu cara untuk terus mengembangkan diri, belajar dari pebalap veteran seperti Valentino Rossi, Jorge Lorenzo, atau Andrea Dovizioso, juga belajar dari pebalap muda macam Fabio Quartararo dan Maverick Vinales.
[Gambas:Video CNN]
Sementara itu terkait rekor gelar Agostini, Marquez mengaku nyaris mustahil bagi dirinya untuk mencapai catatan tersebut.
Agostini memenangkan delapan gelar di kelas premier, berbeda dua gelar dari milik Marc Marquez. Namun bila berbicara jumlah gelar secara keseluruhan, Marquez masih tertinggal jauh. Marquez baru mengoleksi delapan gelar juara, tertinggal tujuh gelar dari Agostini.
Dalam perjalanan kariernya, Agostini turun di dua kelas dan jadi juara dunia di kelas 500cc dan 350cc secara bersamaan pada 1968-1972. Hal itu yang membuat torehan gelar juara dunia Agostini melesat cepat.
Marquez mengakui mengejar rekor Agostini adalah sebuah hal yang sangat sulit.
"Saya sudah sering mendengar pembicaraan ini. Saya tak menyukai kata 'mustahil', saya tak akan mengatakan hal itu. Namun sepertinya untuk hal ini, hal itu hampir mustahil," ucap Marquez.
Lihat juga:Liverpool Sangat Buas di Bawah Klopp |
Marc Marquez tak merasa bisa menang mudah di MotoGP. (Lillian SUWANRUMPHA / AFP)