Kegagalan melakukan tendangan penalti dalam babak final Liga Champions 2002/2003 dan Piala Dunia 2006, barangkali menjadi sebuah penyesalan yang tidak terlupakan dari mantan pesepakbola David Trezeguet.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
David Trezeguet jadi bomber papan atas saat berkarier di Juventus. (DAMIEN MEYER / AFP) |
Trezeguet menjadi penendang pertama dalam momen menegangkan tersebut. Tendangan dia yang mengarah ke kanan bawah berhasil dihalau Dida.
David Trezeguet pernah memenangkan Piala Dunia dan Piala Eropa bersama Prancis tetapi gagal dalam adu penalti di final Piala Dunia 2006. (AFP PHOTO / Patrick Hertzog) |
Akibat adu penalti itu, Juventus gagal meraih gelar Liga Champions ketiga usai 1984/1985 dan 1995/1996.
"Penyesalan terbesar dalam karier saya adalah final Liga Champions. Saya masih berusia 24 tahun dan berpikir bahwa saya akan mendapatkan kesempatan lainnya setelah itu. Sayangnya, tak ada lagi kesempatan tersebut di waktu berikutnya," kata Trezeguet seperti yang dikutip dari Football Italia.
Selain tampil apik bersama Juventus, Trezeguet juga berjaya bersama timnas Prancis. Trezeguet jadi anggota skuat Ayam Jantan saat memenangi Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000. Trezeguet bahkan jadi pencetak gol kemenangan dalam laga final Piala Eropa 2000 saat Prancis menghadapi Italia.
[Gambas:Video CNN]
Meski karier Trezeguet mengkilap bersama Prancis, Trezeguet jadi bagian penting dalam kegagalan Prancis di final Piala Dunia 2006. Prancis kembali berjumpa Italia tetapi kali ini Prancis tertunduk lesu di akhir pertandingan.
Final Piala Dunia tersebut harus berlanjut ke adu penalti usai kedua tim bermain imbang dengan skor 1-1 di hadapan 69 ribu Olympiastadion, Berlin, Jerman, pada 9 Juli 2006.
Gelandang Zinedine Zidane menyumbang satu gol untuk Timnas Prancis pada menit ketujuh, sebelum disamakan bek Timnas Italia Marco Materazzi pada menit ke-19.
Berbeda dari final Liga Champions pada 2003, kali ini Trezeguet menjadi eksekutor kedua setelah Sylvain Wiltord.
David Trezeguet punya mimpi buruk gagal penalti di dua partai final. (AFP PHOTO / Jacques Demarthon) |
Di kesempatan kedua, Buffon berhasil menggagalkan tendangan Trezeguet. Kali ini, Buffon salah mengantisipasi arah bola tetapi tendangan Trezeguet gagal masuk lantaran bola membentur tiang.
Terlepas dari sejumlah pengalaman buruk saat aktif bermain sepak bola profesional, Trezeguet merupakan seorang legenda. Dalam 10 tahun kariernya bersama Juventus, pemain berjuluk 'Trezegol' ini mencetak 171 gol dan memberikan 16 assist dari 320 penampilan bersama Juventus. Ia juga memenangi dua gelar Serie A bersama La Vecchia Signora pada 2001/2002 dan 2002/2003.
Pada musim panas 2010, Trezeguet pindah ke klub Liga Spanyol, Hercules dan bermain di sana selama setahun. Dia kemudian melanglang buana ke Uni Emirat Arab (Baniyas) serta Argentina (River Plate dan Newell's Old Boys).
Klub terakhir yang ia bela adalah peserta Liga Super India, Pune City. Sayangnya, Pune City tak dapat merasakan banyak gol Trezeguet, karena sang bintang hanya mencetak dua gol dari sembilan laga.
Hari ini, Trezeguet tepat berusia 42 tahun. Selamat ulang tahun! (map/sry)
David Trezeguet jadi bomber papan atas saat berkarier di Juventus. (DAMIEN MEYER / AFP)
David Trezeguet pernah memenangkan Piala Dunia dan Piala Eropa bersama Prancis tetapi gagal dalam adu penalti di final Piala Dunia 2006. (AFP PHOTO / Patrick Hertzog)
David Trezeguet punya mimpi buruk gagal penalti di dua partai final. (AFP PHOTO / Jacques Demarthon)